PARADAPOS.COM - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) skala nasional sepanjang ruas Tol Trans Jawa guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan arus balik Lebaran. Kebijakan yang akan diterapkan dari Kilometer 414 hingga Km 70 ini merupakan opsi yang akan diaktifkan jika terjadi peningkatan signifikan arus kendaraan menuju Jakarta.
Pemantauan Ketat Sebelum Keputusan
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa keputusan final mengenai penerapan one way nasional sangat bergantung pada hasil pemantauan lapangan. Dari pos pantau di Karawang Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari, ia menyatakan bahwa timnya akan terus mengawasi jumlah kendaraan yang memasuki ibu kota.
“Apakah harus di Km 414 nanti one way nasional arus balik tahap kedua atau mungkin kalau tidak ada bangkitan (kenaikan arus lalu lintas) yang tinggi, nanti mungkin kami geser ke one way tahap tiga. Mungkin boleh di Batang, boleh di Kendal,” ungkapnya.
Fokus Penertiban Angkutan Barang
Pada Jumat (27/3/2026) lalu, arus lalu lintas tercatat relatif landai. Kondisi ini justru dimanfaatkan jajaran kepolisian untuk menggencarkan operasi penertiban terhadap kendaraan barang sumbu tiga yang melanggar aturan pembatasan operasional. Langkah ini diambil berdasarkan instruksi langsung pimpinan.
“Justru malam ini kami konsentrasi untuk penertiban SKB (surat keputusan bersama). Jadi, atas perintah Pak Kapolri, kami mengimbau agar supaya pengusaha logistik sumbu tiga agar tidak jalan dulu,” jelas Agus Suryonugroho.
Penindakan terhadap angkutan barang ini, menurutnya, bertujuan untuk memberikan prioritas dan ruang yang lebih aman bagi para pemudik yang sedang dalam perjalanan pulang ke tempat tinggal mereka.
Rekayasa Lalin yang Sudah Berjalan
Sebelumnya, Korlantas telah lebih dulu menerapkan sistem one way lokal bernama Presisi. Tahap pertama telah dijalankan sejak Jumat pagi, membentang dari Km 132 Tol Cipali hingga Km 70 Tol Cikampek Utama.
Sementara itu, tahap kedua Presisi yang baru dibuka, berlaku pada ruas yang lebih panjang, yakni dari Km 263 Tol Pejagan sampai dengan Km 70. Kebijakan-kebijakan ini menjadi bagian dari strategi bertahap untuk menjaga kelancaran arus balik dan mencegah kemacetan parah di jalur utama pulau Jawa.
Artikel Terkait
Lamhot Sinaga Dorong Budaya Jadi Fondasi Utama Pariwisata Danau Toba
Denim vs Jeans: Bukan Sekadar Nama, Ini Perbedaan Bahan dan Produk Jadi
AHY di Singapura: Hubungan Indonesia-Singapura Tak Sekadar Ekonomi, Tapi Fondasi Kepercayaan dan Kolaborasi Generasi
Defisit APBN per April 2026 Turun ke 0,64 Persen, Kemenkeu Klaim Tepis Kekhawatiran Pasar