PARADAPOS.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Garut ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di pinggir jalan lintas provinsi, Jumat (27/3/2026) malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah. Kapolsek Cikelet, Iptu Aktas Komalsyah Siregar, menyatakan korban diduga meninggal akibat serangan jantung.
Kronologi Penemuan Korban
Insiden bermula ketika warga sekitar mulai curiga dengan sebuah mobil pikap Suzuki Carry yang terparkir cukup lama di Kampung Cimangke, Desa Cijambe. Kendaraan dengan nomor polisi Z 8555 EA itu terlihat sejak Jumat siang dan masih berada di tempat yang sama hingga malam hari. Rasa was-was mendorong sejumlah warga untuk mendekat dan memeriksa kondisi di dalam kabin.
Mereka kemudian menemukan pengemudi mobil dalam posisi tak wajar, telungkup ke arah setir sebelah kiri. Mesin mobil saat itu masih menyala. Menyadari ada yang tidak beres, warga segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian.
Respons dan Pemeriksaan Awal Polisi
Mendapatkan laporan, personel Polsek Cikelet langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP. Mereka didampingi oleh petugas medis dari puskesmas setempat. Tim gabungan ini kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban dan situasi sekitar, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi pertama.
Kapolsek Cikelet, Iptu Aktas Komalsyah Siregar, menjelaskan temuan awal dari proses tersebut.
"Hasil pemeriksaan kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung," jelasnya.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi
Korban kemudian berhasil diidentifikasi sebagai Irpan, 50 tahun, seorang Pegawai Negeri Sipil yang berdomisili di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Setelah proses pemeriksaan di lokasi dinyatakan selesai, jenazah kemudian dievakuasi dari dalam mobil.
"Jenazah dalam mobil tersebut selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ungkap Kapolsek.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian. Namun, berdasarkan bukti di lapangan, polisi sementara menyimpulkan bahwa tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tragis ini. Kasus ini mengingatkan akan pentingnya kesadaran akan kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Artikel Terkait
Iran Beri Sinyal Positif untuk Keamanan Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Kapolri: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir
Arus Balik Lebaran 2026 Padati Gerbang Tol Jakarta, Volume Kendaraan Naik Hampir 17 Persen
Krisis BBM Akibat Konflik Hormuz Lumpuhkan Mobilitas dan Ancam Ekonomi Filipina