Pemerintah Gelar Bazar Rakyat di Monas, Beri Kupon Belanja Rp500 Ribu untuk Dongkrak UMKM Pascalebaran

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:50 WIB
Pemerintah Gelar Bazar Rakyat di Monas, Beri Kupon Belanja Rp500 Ribu untuk Dongkrak UMKM Pascalebaran

PARADAPOS.COM - Pemerintah menggelar Bazar Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (12/4), sebagai upaya konkret mendorong perputaran ekonomi pascalebaran. Acara yang melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian dengan memberikan kupon belanja langsung kepada masyarakat.

Konsep Bazar: Hiburan dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang hadir di lokasi, menegaskan bahwa bazar ini merupakan momentum penting. Ia melihat kegiatan ini sebagai jembatan antara kebutuhan masyarakat akan suasana kebersamaan pascalebaran dengan upaya vital untuk menghidupkan transaksi para pedagang kecil.

“Melalui Pak Menteri UMKM, Pak Maman, dibawa ke sini, mereka jualan, kita beli barangnya, kemudian masyarakat yang datang gratis diberikan kupon, kemudian mereka menukarkan kupon itu,” tutur Teddy, menjelaskan mekanisme sederhana yang diterapkan.

Kupon tersebut bernilai total Rp500 ribu per penerima, dengan rincian Rp300 ribu untuk penukaran sembako dan Rp200 ribu khusus untuk membeli beragam produk UMKM. Skema ini dirancang agar bantuan langsung tepat sasaran sekaligus menciptakan permintaan riil terhadap barang-barang usaha kecil.

Dampak Nyata Bagi Pergerakan Usaha Kecil

Lebih dari sekadar bantuan sosial, Teddy menekankan bahwa esensi kegiatan ini adalah stimulasi ekonomi. Tujuannya adalah menciptakan siklus perputaran uang yang cepat dan masif di tingkat akar rumput, terutama dalam momen pascalebaran yang kerap diwarnai perlambatan.

“Intinya konsepnya adalah, sebanyak mungkin masyarakat ingin merasakan kebahagiaan Lebaran, baik yang tidak bisa mudik, kemudian yang sudah kembali mudik, datang ke sini,” imbuhnya, menegaskan sisi inklusif dari acara tersebut.

Pandangan senada disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Ia mengamati geliat positif yang tercipta, tidak hanya di lokasi bazar, tetapi juga hingga ke pusat-pusat grosir dan produksi.

Efek Berantai Hingga ke Sentra Produksi

Menteri Maman mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari bazar semacam ini ternyata cukup signifikan dan menjalar. Ia memberikan contoh bagaimana aktivitas belanja untuk persiapan bazar telah menggerakkan stok di beberapa pasar besar.

“Dan juga beberapa pasar, ada yang di Bandung, teman-teman asosiasi pembuat kerajinan sepatu, dan itu juga akhirnya bergerak, karena mereka bisa menghabiskan stok yang kemarin masih ada, dan yang mereka juga bisa putar lagi, beli lagi, ada dengan stok yang baru,” jelasnya.

Ungkapan tersebut menggarisbawahi efek berantai dari program ini. Dengan adanya pesanan dari bazar, para perajin di Bandung tidak hanya dapat menjual stok lama, tetapi juga memiliki modal dan kepastian untuk memulai produksi baru, sehingga roda usaha terus berputar. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan yang berusaha menyentuh langsung permasalahan klasik UMKM, yaitu pemasaran dan arus kas, melalui intervensi program yang terpadu.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar