PARADAPOS.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan daya beli masyarakat tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, dengan indikator ekonomi yang solid dan lonjakan signifikan pada penjualan kendaraan bermotor. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (1/4/2026), dengan merujuk data survei Bank Indonesia dan asosiasi industri.
Keyakinan Konsumen di Level Optimis
Menteri Budi menjelaskan, fundamental daya beli yang kuat ini ditopang oleh hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat berada di zona optimis, tepatnya di level 125,2. Angka ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan didukung oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang juga positif, sebagaimana tercermin dalam Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 115,9.
Lebih lanjut, optimisme ke depan tetap terjaga. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) bahkan berada di level yang lebih tinggi, yaitu 134,4. Kombinasi data ini menggambarkan kepercayaan publik yang cukup mantap terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan, yang menjadi landasan bagi aktivitas belanja selama musim liburan.
Penjualan Ritel dan Kendaraan Melesat
Keyakinan tersebut ternyata tidak hanya berupa persepsi, tetapi benar-benar terwujud dalam angka penjualan. Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tercatat naik 4,4%, didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat menyambut Ramadan dan Lebaran. Secara tahunan, pertumbuhannya bahkan lebih menggembirakan, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) meningkat 6,9%.
Namun, sinyal paling nyata datang dari sektor otomotif. Berdasarkan data Gaikindo, terjadi lonjakan penjualan kendaraan yang cukup tajam. Penjualan mobil secara wholesale (dari pabrik ke dealer) melonjak 22,1% menjadi 81.159 unit pada Februari 2026. Sementara itu, penjualan retail (dari dealer ke konsumen) juga naik 16,7%, mencapai 78.219 unit. Tren positif serupa terlihat pada penjualan sepeda motor, yang mengalami kenaikan 1,66% menjadi 587.354 unit.
Menteri Budi Santoso memandang fenomena ini sebagai indikator kesehatan daya beli. "Pemicu peningkatan penjualan didorong oleh kebutuhan mobil bagi masyarakat Indonesia yang ingin mudik," ungkapnya. "Angka ini juga menjadi indikasi daya beli masyarakat masih terjaga sepanjang Ramadan dan Idulfitri," lanjutnya.
Optimisme Pengendalian Inflasi
Di tengah geliat konsumsi yang tinggi, pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga. Menteri Budi menyampaikan optimisme bahwa inflasi pada Maret 2026 dapat dikendalikan dengan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Optimisme ini dilandasi oleh kondisi harga yang relatif stabil dan efektivitas kebijakan pengendalian yang diterapkan.
"Dengan kondisi harga yang lebih stabil serta dukungan kebijakan pengendalian yang efektif, pemerintah optimis inflasi pada Maret 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya dalam konferensi pers tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan upaya pemerintah untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan konsumsi, tetapi juga memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak tergerus oleh tekanan inflasi, sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif.
Artikel Terkait
Pemprov Sumsel Rencanakan Pengadaan 4 Mobil Dinas Baru Senilai Rp5 Miliar di 2026
Jokowi Terima Kunjungan Dubes Iran di Solo, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
Wamen PU Tinjau Tanggul Jebol di Madiun, Targetkan Perbaikan Darurat Dua Pekan
Jokowi Sampaikan Simpati dan Dukungan untuk Iran dalam Pertemuan dengan Dubes