PARADAPOS.COM - Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 31 kapal komersial, termasuk kapal tanker minyak dan kontainer, berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah koordinasi dan perlindungan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pengumuman ini disampaikan pada Kamis, 21 Mei 2026, di tengah situasi yang oleh pihak Iran disebut sebagai ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Teluk Persia akibat keberadaan "militer teroris AS."
IRGC Klaim Ciptakan Jalur Aman di Tengah Ketegangan
Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa operasi pengawalan ini merupakan upaya menjaga kelancaran perdagangan global. Mereka menyebut kawasan tersebut tengah menghadapi tekanan keamanan yang ekstrem.
"Meski ada agresi militer teroris Amerika Serikat (AS) dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya menciptakan jalur yang jelas dan aman bagi kelangsungan perdagangan global," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, otoritas Iran yang mengawasi selat strategis itu telah mengumumkan pemberlakuan zona pengelolaan baru. Aturan ini mewajibkan setiap kapal untuk memperoleh izin dan melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum melintas.
Persian Gulf Strait Authority (PGSA) menjelaskan bahwa zona tersebut membentang dari Gunung Mubarak di Iran hingga Fujairah di Uni Emirat Arab pada sisi timur selat. Sementara di sisi barat, wilayahnya meliputi area dari ujung Pulau Qeshm hingga Umm Al Quwain.
Kontrol De Facto Iran atas Selat Hormuz
Laporan dari kantor berita internasional mengungkapkan bahwa Iran kini tengah mengonsolidasikan kontrol de facto atas Selat Hormuz. Pengawasan ini dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pos pemeriksaan militer, verifikasi kapal, pengaturan diplomatik, hingga pengenaan biaya keamanan untuk jalur aman.
Dalam sistem transit baru ini, IRGC disebut memainkan peran sentral. Kapal-kapal yang terkait dengan sekutu Iran, seperti Tiongkok dan Rusia, mendapatkan prioritas lebih. Sementara itu, kapal dari negara lain kemungkinan harus melalui pengaturan antar-pemerintah atau membayar sejumlah biaya tertentu untuk bisa melintas.
Prosesnya tidak berhenti di situ. IRGC juga dilaporkan melakukan pemeriksaan afiliasi kapal untuk memastikan apakah kapal tersebut memiliki hubungan dengan AS atau Israel. Berdasarkan dokumen yang beredar, pemilik kapal wajib menyerahkan informasi detail, termasuk nilai muatan, bendera kapal, asal dan tujuan pelayaran, identitas pemilik dan operator, serta kewarganegaraan awak kapal.
Verifikasi ini melibatkan sejumlah lembaga negara Iran, seperti organisasi pelabuhan dan maritim, kementerian industri dan perdagangan, organisasi pelayaran nasional, serta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Negara Mulai Beradaptasi dengan Aturan Baru Iran
Mantan pejabat intelijen Israel, Danny Citrinowicz, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Menurutnya, kesediaan pemilik kapal untuk berhubungan langsung dengan Iran menunjukkan seberapa besar kendali Teheran atas Selat Hormuz.
"Selat itu hanya akan dibuka atau ditutup dengan persetujuan pemerintah Iran," ujar Citrinowicz.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah negara kini telah memiliki mekanisme tersendiri untuk mendapatkan izin melintas. India, misalnya, yang mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak dan gasnya melalui jalur ini, disebut menggunakan kedutaannya di Teheran untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran, termasuk IRGC dan Angkatan Laut Iran.
Seorang pejabat kementerian pelayaran India mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut India meminta kapal-kapal mereka untuk mematuhi instruksi Iran saat melintas. "Jika Iran meminta berhenti, maka berhenti. Jika diminta bergerak, maka bergerak. Dan kami mengikuti instruksi itu," demikian laporan tersebut.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Yakuza Maneges Bantah Pungli, Sebut Pemasangan Stiker di Lapak PKL Kediri Bentuk Silaturahmi
50 Anak di Tanah Bumbu Ikuti Khitan Massal Gratis HUT ke-10 RS Marina Permata
Kementerian Komdigi Wajibkan Registrasi Ulang Akun Media Sosial untuk Cegah Pemalsuan Identitas
Arab Saudi Luncurkan Layanan Digital untuk Seleksi dan Kontrak Umrah Musim 1448 H