PARADAPOS.COM - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan kunjungan kerja ke Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Metro Jaya, Kamis (2/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang M2C ini bertujuan untuk memperdalam strategi komunikasi publik, khususnya dalam merespons dinamika dan kecepatan arus informasi di era digital. Studi banding ini dihadiri langsung oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, beserta jajarannya, serta tim Humas PPATK yang dipimpin Tri Andrianto.
Komunikasi Publik Harus Cepat, Tepat, dan Berbasis Fakta
Dalam paparannya, Kombes Pol Budi Hermanto menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan informasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan hal krusial. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat timbul dari informasi yang tidak lengkap atau simpang siur. Dalam kondisi saat ini, pengelolaan media digital dan kanal komunikasi resmi menjadi garda terdepan bagi institusi penegak hukum.
“Informasi yang disampaikan ke publik harus akurat, berimbang, dan mudah dipahami,” tegas Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (3/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa konsistensi pesan sangat bergantung pada sinergi internal yang solid dan sistem komunikasi satu pintu. Pendekatan terpadu ini dinilai mampu menjaga kredibilitas institusi di tengah gempuran berita dari berbagai sumber.
PPATK Apresiasi Materi dan Harapkan Sinergi Berlanjut
Di sisi lain, kunjungan ini mendapat sambutan positif dari delegasi PPATK. Ketua Tim Humas PPATK, Tri Andrianto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut memberikan perspektif dan wawasan baru yang sangat aplikatif bagi timnya, terutama dalam menyusun strategi kehumasan yang adaptif.
“Kami mendapat banyak wawasan baru terkait strategi komunikasi publik, khususnya di era digital,” ujar Tri Andrianto.
Ia pun berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut ke depannya. Sinergi antara kedua lembaga negara ini diharapkan dapat saling menguatkan kapasitas, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks dan dinamis. Kegiatan studi banding ini menjadi langkah nyata untuk membangun pemahaman yang sama dalam menyikapi perkembangan informasi, sekaligus memperkuat pondasi kehumasan yang responsif dan terpercaya.
Artikel Terkait
Pakistan Hadapi Ancaman Pemadaman Listrik Parah Akibat Gangguan Pasokan Gas dari Qatar
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono, Kuasa Hukum Protes Pelanggaran Prosedur
Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN Antisipasi Krisis Energi Global
AR dan VR Melampaui Dunia Hiburan, Transformasi Pelatihan di Sektor Medis dan Industri