Delegasi Keuskupan TNI-Polri Gelar Audiensi Perdana di Kedutaan Besar Vatikan, Matangkan Persiapan Ziarah Militer Internasional 2027

- Rabu, 20 Mei 2026 | 18:00 WIB
Delegasi Keuskupan TNI-Polri Gelar Audiensi Perdana di Kedutaan Besar Vatikan, Matangkan Persiapan Ziarah Militer Internasional 2027

PARADAPOS.COM - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan TNI-Polri menggelar audiensi resmi di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Uskup TNI dan Polri, Romo Yos Bintoro, Pr, ini menjadi tonggak baru setelah lebih dari tujuh dekade pelayanan rohani di lingkungan militer dan kepolisian Indonesia. Agenda utama dari kunjungan bersejarah ini adalah mematangkan persiapan partisipasi Indonesia dalam Ziarah Militer Internasional tahun 2027 sekaligus mengupayakan audiensi khusus dengan Paus Leo XIV.

Momen Bersejarah bagi OCI

Audiensi ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Bagi OCI, ini adalah langkah perdana yang resmi berhadapan langsung dengan perwakilan Takhta Suci setelah 75 tahun perjalanan pelayanan mereka di Indonesia. Kehadiran delegasi di kompleks kedutaan disambut hangat oleh Mgr. Michael A. Pawłowski, yang menjabat sebagai Charge d'Affaires ad interim. Suasana pertemuan terasa khidmat namun penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang mulai terbangun antara institusi militer rohani Indonesia dengan Vatikan.

Dalam pertemuan itu, Romo Yos Bintoro tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana, Marsda TNI (Purn) Alfonsus Joko Takarianto, Mayjen TNI (Purn) Ignatius Joko Purwanto, Brigjen TNI (Purn) Pontianus Gunung Sarasmoro, serta Dar Edi Yoga. Mereka semua merupakan bagian dari panitia yang tengah mempersiapkan agenda pertemuan khusus dengan Paus Leo XIV pada Mei tahun depan.

Dukungan Penuh dari Vatikan

Sikap responsif langsung terlihat dari pihak Kedutaan Besar Vatikan. Mgr. Pawłowski menyatakan kesediaannya untuk membantu kelancaran komunikasi dan persiapan teknis audiensi tersebut. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, mengingat padatnya agenda pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.

"Keinginan audiensi yang disampaikan lebih awal sangat penting karena jadwal Bapa Suci sangat padat," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari siaran resmi.

Lebih lanjut, Mgr. Pawłowski memastikan bahwa rencana audiensi ini akan dikoordinasikan dengan Nunsius Apostolik yang kelak ditunjuk oleh Takhta Suci untuk Indonesia. Menurutnya, langkah OCI ini merupakan tonggak penting yang tidak hanya bersejarah bagi keuskupan khusus tersebut, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi umat Katolik Indonesia—khususnya mereka yang bertugas di lingkungan TNI dan Polri—dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

Buku Sejarah dan Rencana Ziarah Internasional

Dalam kesempatan yang sama, Romo Yos Bintoro menyerahkan sebuah buku berjudul "75 Tahun Ordinariat Militer Indonesia" kepada perwakilan Vatikan. Buku tersebut merekam perjalanan panjang pelayanan rohani di lingkungan militer, yang berawal dari inisiatif Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada Desember 1949. Saat itu, sang Sultan membentuk unit layanan spiritual khusus bagi angkatan perang, yang kemudian berkembang menjadi OCI seperti yang dikenal sekarang.

OCI sendiri merupakan keuskupan khusus yang menaungi umat Katolik di institusi TNI dan Polri, dan saat ini dipimpin oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo. Selain mempersiapkan pertemuan dengan Paus Leo XIV, keuskupan ini juga tengah menyusun kontingen gabungan yang terdiri dari prajurit aktif dan purnawirawan. Mereka akan mewakili Indonesia dalam ajang Ziarah Militer Internasional (Pèlerinage Militaire International/PMI) yang rencananya digelar di Prancis.

Kegiatan ziarah ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan spiritual umat Katolik Indonesia dengan Takhta Suci, tetapi juga memperkuat peran strategis OCI dalam pembinaan iman di lingkungan pertahanan dan keamanan negara. Sebuah langkah yang dinilai sebagai perpaduan antara tugas kenegaraan dan panggilan iman yang berjalan beriringan.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar