Menteri Pertahanan Tugaskan TNI AD Tanam Padi dan Jagung, TNI AL Produksi Kedelai demi Swasembada Pangan

- Kamis, 21 Mei 2026 | 14:25 WIB
Menteri Pertahanan Tugaskan TNI AD Tanam Padi dan Jagung, TNI AL Produksi Kedelai demi Swasembada Pangan
PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin secara resmi menugaskan prajurit TNI dari Batalyon Teritorial Pembangunan untuk terjun langsung ke sektor pertanian. Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026), ia mengumumkan pembagian tugas spesifik: TNI Angkatan Darat fokus menanam padi dan jagung, sementara TNI Angkatan Laut ditugaskan memproduksi kedelai. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan menekan angka impor.

Pembagian Tugas Berdasarkan Matra

Sjafrie menjelaskan bahwa pembagian tugas ini sudah dirancang secara matang. "Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai," ujarnya dalam rapat tersebut. Keputusan menugaskan TNI AL untuk mengelola produksi kedelai bukan tanpa alasan. Menurut data yang ia paparkan, Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 2,5 juta ton kedelai setiap tahunnya. Yang lebih memprihatinkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kedelai impor tersebut ternyata merupakan pakan ternak dari negara asal. "Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu," ungkapnya.

Target Swasembada dan Keterbukaan

Menteri Pertahanan menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan akan terus mengejar target hingga Indonesia benar-benar menjadi produsen kedelai mandiri. Untuk mewujudkannya, Kemenhan akan berkolaborasi erat dengan Kementerian Pertanian, khususnya dalam upaya menekan dan mencegah impor kedelai. Sementara untuk komoditas jagung dan padi, Sjafrie menilai produksi dalam negeri sudah cukup melimpah. Ia pun membuka peluang bagi para anggota dewan untuk meninjau langsung proses produksi di lapangan. "Sedangkan jagung dan padi itu sudah banyak sekali. Dan mungkin suatu saat nanti pada saat impor kami akan undang bapak dan ibu sekalian apa yang ada di dalam batalion ini. Sama sekali terbuka, tidak ada yang kita tutup-tutupi," jelasnya.

Struktur Batalyon Teritorial Pembangunan

Sjafrie membeberkan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan yang akan terus dikembangkan hingga 2029 memiliki struktur yang cukup kompleks. Di dalamnya terdapat berbagai kompi dengan spesialisasi masing-masing, mulai dari kompi pertanian, kompi peternakan, kompi medis, hingga kompi konstruksi. "Zeni, untuk membangun. Nah, inilah yang kumpul bersama-sama untuk membangun pembangunan di daerah," imbuhnya. Dengan struktur ini, batalyon tersebut tidak hanya berperan dalam produksi pangan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat di berbagai daerah. Langkah ini menandai pergeseran peran TNI yang tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar