PARADAPOS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung dampak gempa M7,6 di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Jumat (3/4/2026). Kunjungannya ke Gereja Paroki Bunda Hati Kudus di Rumengkor ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan mengevaluasi kerusakan, sekaligus menenangkan warga jelang perayaan Paskah. Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto mengungkap bahwa telah tercatat lebih dari 400 gempa susulan, meski tak ada yang melebihi kekuatan gempa utama.
Kondisi Gereja dan Penanganan Kerusakan
Peninjauan berlangsung di tengah rangkaian ibadah Jumat Agung, menampilkan suasana khidmat meski di lokasi terdampak. Suharyanto memastikan bahwa kerusakan pada bagian atas gereja, yang dikategorikan minor, akan segera ditangani. Namun, langkah perbaikan lebih lanjut masih menunggu keputusan administratif dari pemerintah daerah.
“Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo ini akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelasnya.
Koordinasi dan Komitmen Anggaran Pemulihan
Menggarisbawahi pentingnya sinergi, Kepala BNPB menekankan bahwa proses pemulihan memerlukan koordinasi solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Prioritas utamanya adalah memulihkan fungsi fasilitas publik dan aset masyarakat dengan cepat, tanpa terkendala batasan anggaran yang kaku.
“Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak,” tegas Suharyanto.
Harapan untuk Pemulihan dan Kewaspadaan
Di akhir kunjungannya, Suharyanto menyampaikan harapan agar fase transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara dapat berjalan lancar. Ia berharap aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat, termasuk ibadah, dapat kembali normal dalam waktu singkat. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan berdoa agar intensitas bencana di tanah air dapat berkurang di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Serangan AS-Israel di Teheran Tewaskan Istri Mantan Menlu Iran
BNPB Tinjau Kerusakan Gereja Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara
220 Siswa di Nagan Raya Tetap Bersekolah di Tenda dan Gedung Darurat Pascabanjir
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akan Dipulangkan Sabtu Ini