Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Perkuat Madrasah dan Pendidikan Keagamaan

- Sabtu, 04 April 2026 | 15:50 WIB
Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Perkuat Madrasah dan Pendidikan Keagamaan

PARADAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp24,8 triliun untuk tahun 2026 guna memperkuat satuan pendidikan keagamaan. Usulan yang diajukan dalam Rapat Tingkat Menteri Bidang Pendidikan ini bertujuan mengejar kesetaraan kualitas, khususnya antara madrasah dan sekolah umum, dengan fokus pada perbaikan sarana prasarana dan perluasan program bantuan.

Alokasi untuk Revitalisasi dan Digitalisasi

Dalam paparannya, Menag merinci bahwa usulan anggaran tersebut akan dialokasikan ke sejumlah program prioritas. Yang terbesar adalah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan nilai Rp13,7 triliun, yang akan menyasar lebih dari 7.100 lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah-sekolah berbasis agama lainnya. Selain itu, anggaran sebesar Rp10,9 triliun diusulkan untuk program Digitalisasi Pembelajaran.

Nasaruddin secara khusus menyoroti kondisi banyak bangunan madrasah yang dinilai masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, kualitas sarana dan prasarana ini menjadi indikator nyata keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

Pernyataan Menag Soal Kesetaraan Pendidikan

Dalam forum rapat yang digelar secara daring bersama Kemenko PMK itu, Nasaruddin menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara adil di semua lini pendidikan.

"Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka," tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa usulan anggaran ini merupakan bentuk ikhtiar konkret untuk mewujudkan visi tersebut, sekaligus menyelaraskannya dengan arahan presiden tentang pembentukan generasi unggul.

Perluasan Program Makan Bergizi Gratis

Aspek lain yang mendapat sorotan tajam adalah kesenjangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, cakupan program di lingkungan madrasah dan pondok pesantren masih berkisar 10-12 persen, angka yang jauh tertinggal dibandingkan proyeksi capaian 80 persen di sekolah umum.

Padahal, menurut Nasaruddin, justru di lingkungan pesantrenlah program semacam ini dapat berjalan dengan efektif dan aman karena telah memiliki ekosistem dapur mandiri yang mapan.

"Di pesantren hampir tidak ada kasus risiko kesehatan terkait pangan karena mereka sudah terbiasa dengan pola dapur mandiri dan makan bersama. Ini adalah model yang sangat aman dan efektif," pungkasnya.

Oleh karena itu, melalui usulan anggaran ini, diharapkan jangkauan MBG dapat ditingkatkan secara signifikan, mengingat kebutuhan gizi anak-anak madrasah dan santri yang juga mendesak.

Harapan untuk SDM Unggul

Secara keseluruhan, usulan tambahan anggaran ini diajukan dengan harapan dapat menjadi pendorong akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Nasaruddin berharap langkah ini mendapat dukungan dan persetujuan, sehingga pendidikan keagamaan dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter kuat dan inklusif.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar