Pemkot Tangsel Minta Maaf dan Kerahkan Tim Darurat Atasi Banjir di 21 Titik

- Minggu, 05 April 2026 | 18:25 WIB
Pemkot Tangsel Minta Maaf dan Kerahkan Tim Darurat Atasi Banjir di 21 Titik

PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan sejak Sabtu (4/4/2026) memicu banjir di 21 titik wilayah, meliputi Pamulang, Ciputat, Serpong, dan Setu. Kejadian yang disebabkan oleh luapan kali dan drainase yang tak lagi mampu menampung air ini mengganggu aktivitas warga hingga hari Minggu (5/4/2026). Menanggapi situasi tersebut, pemerintah kota secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan mengerahkan tim untuk penanganan darurat.

Permohonan Maaf Resmi Pemerintah Kota

Atas nama Wali Kota Benyamin Davnie dan seluruh jajaran pemerintah, Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada masyarakat terdampak. Pihaknya mengakui dampak signifikan bencana ini terhadap kehidupan dan produktivitas warga.

“Atas nama Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat. Kami sangat menyadari betapa berat beban yang dirasakan warga saat rumah dan akses jalannya terendam. Kejadian ini menjadi perhatian penuh kami, dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang sangat mengganggu produktivitas warga ini,” tuturnya melalui keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

Penanganan Darurat dan Upaya di Lapangan

Merespons kondisi tersebut, Pemkot Tangsel langsung mengerahkan seluruh sumber daya ke lokasi terdampak. Fokus utama adalah proses evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan upaya mempercepat surutnya genangan air.

“Bapak Wali Kota telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD teknis, terutama DSDABMBK dan BPBD, untuk bekerja tanpa henti di lapangan,” ungkap Asep.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah kesulitan yang dialami masyarakat. “Kami pastikan pemerintah tidak tinggal diam dan hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah ini,” tegasnya.

Evaluasi dan Rencana Solusi Permanen

Di luar penanganan darurat, pemerintah kota juga telah memulai evaluasi teknis menyeluruh untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Tujuannya adalah merancang solusi jangka panjang agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.

“Langkah ke depan tidak hanya soal normalisasi drainase dan pengerukan tandon secara masif, tetapi juga percepatan pembangunan tanggul permanen di pemukiman yang berbatasan langsung dengan sungai agar warga tidak lagi merasa was-was setiap hujan turun,” jelas TB Asep.

Komitmen Jangka Panjang dan Imbauan kepada Warga

Asep menegaskan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membenahi infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem. Ia juga menyampaikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada dan aktif berkoordinasi dengan pihak berwenang.

“Kami memohon doa dan kerja sama dari seluruh masyarakat, serta mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui call center 112 jika membutuhkan bantuan segera,” pungkasnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar