PARADAPOS.COM - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu malam, 20 Mei 2026, pukul 21.27 WIB. Berdasarkan data dari Badan Geologi Kementerian ESDM, kolom abu terpantau setinggi sekitar 600 meter di atas puncak, dan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih bertahan di Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
Kolom Abu Teramati dan Durasi Erupsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu hasil erupsi berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arah hembusan abu condong ke utara dari puncak yang memiliki ketinggian mencapai 4.276 meter di atas permukaan laut.
Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter. Hingga laporan disusun, durasi erupsi tercatat sekitar 2 menit 11 detik dan masih berlangsung.
"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis keterangan resmi PVMBG.
Zona Bahaya dan Imbauan untuk Masyarakat
Dengan status Siaga yang masih berlaku, otoritas melarang masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Radius aman dari puncak ditetapkan sejauh 13 kilometer.
Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang bisa menyembur kapan saja.
Di luar jarak tersebut, perhatian khusus juga diberikan pada sempadan sungai. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di tepi sungai Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Sebab, area itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Potensi Bahaya di Aliran Sungai
Tidak hanya Besuk Kobokan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru. Beberapa di antaranya adalah Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ancaman tidak hanya datang dari awan panas dan guguran lava, tetapi juga dari potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai diminta untuk selalu waspada, terutama saat terjadi hujan di area puncak.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta 21 Mei 2026: Subuh 04.35 WIB, Magrib 17.47 WIB
Prabowo Akui Megawati Pernah Bantu Ekonomi saat Dirinya Tak Berkuasa
Terminal Kampung Rambutan Galakkan Pemilahan Sampah demi Kurangi Beban TPST Bantargebang
MUA AWS Bukan Korban Begal, Polda Metro: Pengakuan Palsu karena Iseng