Pengeboran Ratusan Sumur Baru Pertahankan Produksi Blok Rokan di Kisaran 160 Ribu BOPD

- Senin, 06 April 2026 | 06:25 WIB
Pengeboran Ratusan Sumur Baru Pertahankan Produksi Blok Rokan di Kisaran 160 Ribu BOPD

PARADAPOS.COM - Memasuki usia lebih dari 70 tahun, Wilayah Kerja (WK) Rokan, salah satu blok minyak dan gas tertua dan terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan alamiah berupa penurunan produksi atau "natural decline". Untuk menahan laju penurunan yang tajam, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan program pengeboran ratusan sumur baru setiap tahun. Strategi operasional masif ini, didukung penerapan teknologi dan keandalan sumber daya manusia, berhasil menjaga stabilitas produksi di kisaran 150.000 hingga 160.000 barel minyak per hari, guna menopang ketahanan energi nasional.

Menahan Laju Penurunan dengan Pengeboran Masif

Mengelola lapangan migas yang sudah matang seperti Rokan ibarat berlari di eskalator yang bergerak turun dengan cepat. Laju penurunan produksi alamiahnya bisa mencapai 11% hingga belasan persen per tahun. Tanpa intervensi yang signifikan, produksi akan terjun bebas.

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan bahwa program pengeboran intensif adalah kunci untuk mengimbangi kondisi tersebut.

"Pengeboran ratusan sumur baru setiap tahun adalah cara kami 'berlari cepat' untuk memastikan pasokan energi tetap andal dan produksi terjaga di kisaran 150.000 - 160.000 barel minyak per hari (BOPD)," ujarnya.

Target pengeboran 400 hingga 500 sumur per tahun, menurut Andre, merupakan fondasi teknis yang krusial untuk menambal baseline produksi yang terus menyusut. Operasi berskala besar ini dijalankan dengan koordinasi ketat dan kehati-hatian penuh.

Komitmen di Balik Setiap Barel

Di balik angka-angka produksi, terdapat tanggung jawab operasional yang besar. Dengan skema Gross Split yang diterapkan di WK Rokan, PHR mengelola seluruh risiko operasional secara mandiri. Hal ini menuntut efisiensi dan optimalisasi teknologi di setiap aktivitas.

Andre Wijanarko menegaskan bahwa upaya ini adalah bentuk komitmen nyata bagi negara.

"Setiap barel yang berhasil kita pertahankan dari "natural decline" adalah wujud komitmen nyata kami bagi negara. Oleh karena itu, di tengah tantangan sumur tua, kami terus berupaya melakukan efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi. Tujuannya agar setiap aktivitas pengeboran mampu memberikan dampak yang terukur bagi upaya menjaga urat nadi migas nasional," jelasnya.

Pilar Pendukung: SDM, Teknologi, dan Keselamatan

Keberhasilan strategi teknis tidak lepas dari pilar pendukung lainnya. Di lapangan, keandalan sumber daya manusia lokal dan penerapan teknologi tepat guna menjadi penentu. Inspeksi rutin dan pemeliharaan fasilitas, seperti pompa angguk, dilakukan secara konsisten untuk memastikan kinerja optimal.

Namun, di atas segalanya, operasi yang masif harus berjalan beriringan dengan standar keselamatan tertinggi. Prinsip ini menjadi pedoman mutlak dalam setiap aktivitas, termasuk dalam memberdayakan mitra kerja lokal dari Riau.

"Kami mewajibkan pemenuhan standar keselamatan tanpa pengecualian apa pun. Bagi kami, operasi yang masif wajib menjadi operasi yang selamat," pungkas Andre menutup penjelasannya.

Dengan demikian, upaya menjaga produksi di Blok Rokan adalah sebuah ikhtiar multidimensi yang melibatkan strategi teknis yang agresif, pengelolaan risiko yang cermat, serta komitmen kuat pada keselamatan dan pemberdayaan lokal.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar