Kelangkaan Pertalite Melanda Lingga, Pemerintah Jamin Pasokan Segera Datang

- Senin, 06 April 2026 | 17:25 WIB
Kelangkaan Pertalite Melanda Lingga, Pemerintah Jamin Pasokan Segera Datang

PARADAPOS.COM - Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dilaporkan mengalami kelangkaan BBM jenis Pertalite sejak akhir pekan lalu. Situasi ini dipicu oleh beredarnya isu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak yang membuat warga ramai-ramai membeli dan menimbun. Akibatnya, sejumlah kios eceran tutup karena kehabisan stok, sementara antrean kendaraan mengular panjang di SPBU yang masih beroperasi.

Antrean Panjang dan Kios Tutup

Kelangkaan mulai terasa di wilayah Dabo Singkep sejak Jumat, 3 April 2026. Hingga Senin pagi, 6 April, beberapa kios BBM eceran masih terlihat sepi dan belum beroperasi karena menunggu pasokan baru. Di sisi lain, SPBU yang kembali membuka layanan pada Sabtu, 4 April, langsung dipadati warga. Pengendara dari berbagai penjuru rela menunggu berjam-jam di bawah terik matahari, khawatir stok BBM benar-benar habis dan mengganggu mobilitas harian mereka.

Jaminan Pasokan dari Pemerintah Daerah

Menanggapi keresahan yang terjadi, pemerintah daerah memberikan penjelasan untuk meredakan ketegangan. Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Lingga, Ardiansyah, menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah tersebut sebenarnya dalam kondisi aman.

"Pasokan BBM sebenarnya aman. Kapal tanker pengangkut BBM diperkirakan tiba pada 6 April dan akan langsung disalurkan ke agen maupun pengecer," jelasnya saat dikonfirmasi via telepon pada Senin, 6 April 2026.

Ardiansyah menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses distribusi berjalan tanpa hambatan. Dengan kedatangan pasokan tersebut, diharapkan kelangkaan Pertalite di Lingga dapat segera teratasi dan aktivitas perekonomian masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar