Puluhan Siswa di Jakarta Timur Keracunan Usai Konsumsi Makanan Program Gizi Gratis

- Selasa, 07 April 2026 | 01:25 WIB
Puluhan Siswa di Jakarta Timur Keracunan Usai Konsumsi Makanan Program Gizi Gratis

PARADAPOS.COM - Puluhan siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna mengidentifikasi penyebab pastinya. Pejabat BGN menyatakan kondisi korban mulai membaik dan sebagian telah dipulangkan dari rumah sakit.

Pemeriksaan Laboratorium dan Kondisi Korban

Merespons kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung bergerak dengan mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Pemeriksaan laboratorium dinilai krusial untuk menentukan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan prosedur standar. "Kan hasil labnya belum keluar. Setiap ada kejadian pasti kita periksa di lab spesimen menunya," tuturnya saat dikonfirmasi terpisah.

Nanik telah mendatangi rumah sakit untuk memantau langsung kondisi para siswa. Ia menyampaikan kabar yang cukup menggembirakan mengenai perkembangan kesehatan mereka.

"Sudah mulai membaik bahkan sudah pada keluar RS hari ini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pemulangan terus berlangsung. "Belum (seluruhnya pulang) mungkin besok semua pulang semua ya, mudah-mudahan," harapnya.

Penyelidikan Menyeluruh terhadap 72 Kasus Keracunan

Kasus ini melibatkan 72 siswa dari empat sekolah berbeda, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Mereka mendapatkan perawatan di tiga fasilitas kesehatan: RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum. Hingga laporan terakhir, sekitar 50 siswa masih menjalani observasi medis.

BGN memastikan akan melakukan pendalaman menyeluruh terhadap insiden yang diduga berasal dari menu spageti MBG ini. Tim dari berbagai level, termasuk Kepala SPPG, Koordinator Wilayah, dan Kepala Regional, telah diterjunkan untuk mengecek langsung lokasi dan prosedur operasional.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya. "Ya sudah dong (dicek), kan ada Kepala SPPG, Korwil, dan Kareg (Kepala Regional). Saya juga akan cek," tegasnya.

Meski demikian, BGN belum merilis temuan awal atau indikasi spesifik masalah di SPPG Pondok Kelapa. Keputusan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penangguhan operasional, akan diambil setelah investigasi selesai.

"Soal suspend nanti kita lihat perkembangannya," kata Nanik, menekankan pentingnya kehati-hatian sebelum mengambil langkah kebijakan.

Pemantauan terhadap jumlah korban yang dirawat terus dilakukan. "Sudah berkurang, sepertinya hari ini tinggal 50-an orang," jelas dia mengenai perkembangan terbaru.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar