PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas langkah-langkah konkret memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Pembicaraan yang berlangsung dari Qatar pada Kamis (tanggal) ini, merupakan bagian dari kunjungan diplomatik Starmer ke sejumlah negara Teluk menyusul pengumuman gencatan senjata AS-Iran. Inti diskusi mereka berfokus pada penyusunan rencana praktis yang dapat segera dijalankan untuk mengamankan jalur pelayaran strategis tersebut.
Pembicaraan dari Qatar dan Agenda Diplomasi Teluk
Pembicaraan dengan Presiden Trump dilakukan oleh PM Starmer di sela-sela kunjungan resminya ke Qatar. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari lawatannya sehari sebelumnya ke Arab Saudi, membentuk serangkaian pertemuan intensif dengan para pemimpin kawasan. Diplomasi kilat ini sengaja dijalankan tak lama setelah dunia internasional menyambut pengumuman gencatan senjata antara Washington dan Teheran, menandai momen krusial yang berpotensi meredakan ketegangan.
Dalam pernyataan resminya, kantor Perdana Menteri Inggris menjelaskan detail percakapan tersebut. "Perdana Menteri berbicara dengan Presiden Trump dari Qatar malam ini," jelas pernyataan itu. "Perdana Menteri menyampaikan hasil diskusinya dengan para pemimpin Teluk dan perencana militer di kawasan tentang perlunya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta upaya Inggris untuk mengumpulkan para mitra guna menyepakati rencana yang dapat diterapkan."
Lebih lanjut, kantor PM menambahkan, "Para pemimpin membahas perlunya rencana praktis untuk melanjutkan kembali pelayaran secepat mungkin. Mereka sepakat untuk berbicara lagi segera."
Dukungan untuk Gencatan Senjata dan Pertemuan dengan UEA
Selain dengan AS, Starmer juga bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Abu Dhabi. Dalam pertemuan itu, pihak Inggris menyampaikan posisinya yang mendukung langkah damai terkini. "Perdana Menteri menyambut baik gencatan senjata dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama guna memastikan gencatan tersebut ditegakkan dan diubah menjadi perdamaian abadi di kawasan itu," tutur pernyataan dari kantor Starmer.
Mengenai isu Selat Hormuz yang menjadi perhatian global, kedua pemimpin menemui titik kesepahaman. "Terkait Selat Hormuz, para pemimpin membahas perlunya mendorong pemulihan arus barang secara bebas untuk mendukung rantai pasokan global," imbuh pernyataan tersebut. Pertemuan ini juga menghasilkan komitmen untuk lebih mempererat kerja sama bilateral antara Inggris dan UEA ke depannya.
Latar Belakang: Gencatan Senjata AS-Iran dan Pembicaraan Lanjutan
Langkah diplomatik Starmer ini berlangsung dalam konteks perkembangan politik yang dinamis. Pada Selasa malam, Presiden Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa pihaknya menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran untuk jangka waktu dua pekan. Dalam pengumuman yang sama, Trump juga menyatakan bahwa Iran telah sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menanggapi hal itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengumumkan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat pada hari Jumat di Islamabad, Pakistan. Rencana pembicaraan lanjutan ini memberikan harapan, meski tetap diwarnai kehati-hatian, bahwa dialog dapat berjalan menuju normalisasi situasi di jalur air vital yang membawa sebagian besar pasokan minyak dunia tersebut.
Artikel Terkait
Partai Perindo Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Susulan di Ternate
BRI Setujui Dividen Final Rp52,1 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Antusiasme Penggemar, Konser F✦FOREVER di Jakarta Ditambah Jadi Tiga Hari
MRP Papua Tengah Desak Pemerintah Ganti Strategi Keamanan dengan Dialog dan Kesejahteraan