PARADAPOS.COM - Perayaan Lebaran Betawi 2026 resmi digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, selama tiga hari dari 10 hingga 12 April. Acara tahunan yang bertujuan melestarikan budaya Betawi ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari ritual keagamaan, pertunjukan seni, hingga kuliner khas, sebagai wujud silaturahmi dan ketahanan budaya di ibu kota.
Suasana Meriah di Hari Kedua
Memasuki hari kedua pada Sabtu, 11 April 2026, gelaran di Lapangan Banteng masih terasa sangat ramai dan semarak. Pengunjung dari berbagai penjuru kota memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditampilkan. Di antara yang paling menarik perhatian adalah atraksi pencak silat dan parade ondel-ondel yang berwarna-warni, menghidupkan suasana dengan irama khas Betawi.
Surga Kuliner Khas Betawi
Selain suguhan budaya, bazaar kuliner juga menjadi magnet utama acara. Puluhan tenant makanan berjejer menawarkan beragam hidangan autentik. Kerak telor, salah satu ikon kuliner Betawi, menjadi buruan banyak pengunjung. Harganya bervariasi, mulai dari Rp25 ribu untuk kerak telor ayam hingga Rp30 ribu untuk versi telur bebek.
“Tentunya ini menjadi salah satu menu yang wajib ada ya di Lebaran Betawi 2026 ini karena menjadikan ciri khas makanan dari Betawi,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.
Tak hanya kerak telor, dodol Betawi yang manis dan kenyal juga menjadi favorit pengunjung. Keberadaan kuliner-kuliner tradisional ini seolah mengajak para pengunjung untuk mencicipi sejarah dan cita rasa Jakarta tempo dulu di tengah hiruk-pikuk kota modern.
Menguatkan Tradisi di Kota Global
Lebaran Betawi 2026 mengusung tema yang cukup visioner: “Lebaran Betawi untuk Jakarta, Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pernyataan sikap.
“Melalui tema ini menegaskan bahwa identitas budaya tetap menjadi pondasi kuat di tengah kemajuan Jakarta sebagai kota global,” jelas panitia penyelenggara.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen bahwa kemajuan sebuah metropolis seperti Jakarta tidak harus mengikis nilai-nilai lokal. Justru, tradisi budaya seperti yang ditampilkan dalam Lebaran Betawi dapat menjadi penyeimbang dan penguat jati diri masyarakat di tengah arus globalisasi.
Artikel Terkait
Arema FC Resmi Berpisah dengan Lucas Frigeri, Kiper Pahlawan di Final Piala Presiden 2024
Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Gorontalo Utara, Tiga Rumah Roboh
Puncak Haji di Arafah: Pengawasan Digital Ketat, Jemaah Patuna Travel Berangkat Serempak Tengah Malam
Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 42 Kabupaten/Kota Mulai Juni 2026