Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Gorontalo Utara, Tiga Rumah Roboh

- Selasa, 26 Mei 2026 | 19:00 WIB
Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Gorontalo Utara, Tiga Rumah Roboh
PARADAPOS.COM - Banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 Wita. Peristiwa ini dipicu oleh luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Biau setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga malam hari. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, dengan dampak terparah terjadi di kawasan permukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Didingga. Akibatnya, tiga rumah roboh total dan satu rumah lainnya hanyut terbawa arus. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Lima Desa Terendam, Evakuasi Terkendala Arus Deras

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Tolinggula, Daniel Kalibato, mengonfirmasi bahwa lima desa yang terdampak adalah Desa Bualo, Luhuto, Omuto, Biau, dan Didingga. Dari laporan di lapangan, banjir terparah melanda Desa Didingga, tepatnya di permukiman KAT yang dihuni oleh 64 kepala keluarga. "Banjir bandang menyapu KAT Didingga dengan ketinggian air mencapai jendela rumah. Air sangat deras sehingga menyulitkan evakuasi warga, bahkan hingga malam pukul 21.00 WITA banjir di pemukiman ini masih tinggi dan berarus kencang, ditambah lagi jalanan gelap gulita sehingga evakuasi masih sulit dilakukan," jelas Daniel. Kepala Dusun Buade, Desa Didingga, Radem Hamsah, menambahkan bahwa sebagian warga telah melakukan evakuasi mandiri. Namun, masih banyak yang memilih bertahan di dalam rumah karena arus banjir yang belum juga mereda.

Jalan Lintas Sempat Putus, Komunikasi Terhambat

Kondisi di lapangan semakin pelik dengan terputusnya akses jalan utama lintas Sulawesi yang melintasi kelima desa tersebut. Jalan sempat tertutup banjir sekitar pukul 16.00 Wita. Meski genangan di jalan raya mulai surut pada malam hari, banjir di kawasan permukiman masih mengalir deras. Daniel juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengalami kesulitan berkomunikasi dengan warga di lokasi terdampak. Hal ini menjadi kendala utama dalam proses pendataan dan evakuasi. Ia menambahkan, aparat kepolisian dari Sektor Tolinggula bersama Tagana telah tiba di lokasi untuk membantu pengamanan dan proses evakuasi warga. Tim gabungan masih berupaya menjangkau seluruh titik yang terisolasi.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar