PARADAPOS.COM - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan mengambil 47 sampel produk pangan dari sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di tengah masyarakat, terutama menjelang hari raya kurban. Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ida Masni, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk melindungi konsumen.
Lokasi dan Rincian Pengambilan Sampel
Pengawasan tersebut menyasar lima lokasi berbeda di Jakarta Selatan. Petugas mengambil sampel di Transmart Cilandak, Pasar Lenteng Agung, Pasar Minggu, Pasar Warung Buncit, dan Pasar Mampang Prapatan. Dari total 47 sampel yang terkumpul, 37 di antaranya merupakan produk pertanian, sementara 10 sampel lainnya adalah produk peternakan.
Di Transmart Cilandak, petugas mengumpulkan sembilan sampel yang terdiri dari enam produk pertanian dan tiga produk peternakan. Sementara itu, di Pasar Lenteng Agung, jumlah sampel yang diambil lebih banyak, yakni 11 sampel dengan rincian sembilan produk pertanian dan dua produk peternakan. Untuk Pasar Minggu, Pasar Warung Buncit, dan Pasar Mampang Prapatan, masing-masing lokasi menyumbang sembilan sampel.
Hasil Pengujian Sementara
Ida Masni mengungkapkan bahwa hasil pengujian sementara untuk produk peternakan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
“Hasil pengujian untuk produk peternakan negatif bahan berbahaya atau 100 persen aman,” ucap Ida.
Temuan ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang hendak membeli daging dan produk hewani lainnya untuk kebutuhan kurban maupun konsumsi sehari-hari. Namun, untuk produk pertanian, pengawasan belum sepenuhnya selesai.
Pengujian Lanjutan untuk Produk Pertanian
Berbeda dengan produk peternakan, pengujian untuk produk pertanian masih harus menempuh tahapan lebih lanjut. Sampel sayuran dan buah-buahan yang telah diambil kini tengah menjalani pemeriksaan di Laboratorium Cibubur.
Pengujian lanjutan ini difokuskan untuk memastikan kandungan residu pestisida dan bahan berbahaya lainnya. Proses ini memerlukan waktu lebih lama karena melibatkan analisis yang lebih mendetail. Dengan demikian, hasil akhir untuk produk pertanian baru akan diketahui setelah seluruh rangkaian pengujian selesai dilakukan.
Jaminan Keamanan bagi Masyarakat
Ida menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terlebih, momen Iduladha identik dengan konsumsi daging kurban dan peningkatan permintaan bahan pangan segar.
“Dengan demikian, pengawasan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam membeli bahan pangan menjelang Idul Adha,” jelasnya.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko peredaran pangan yang tidak layak konsumsi. Di tengah hiruk-pikuk persiapan hari raya, kepastian akan keamanan pangan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Periksa Pengusaha Terkait Aliran Uang ke Bupati Ponorogo Nonaktif
Hanif Dhakiri Soroti Kebocoran Subsidi Energi di Tengah Apresiasi Pasokan Iduladha
Ratusan Buruh Indomaret Demo di Depan Menara Indomaret PIK, Tuntut Pembayaran Upah Lembur
Pengadilan Militer Tetapkan Vonis Tiga Prajurit Tersangka Pembunuhan Kepala Cabang Bank pada 3 Juni 2026