Gempa M 5,7 Guncang Perairan Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

- Minggu, 12 April 2026 | 06:00 WIB
Gempa M 5,7 Guncang Perairan Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah perairan barat daya Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Minggu pagi (12/4/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat menyatakan guncangan ini tidak berpotensi tsunami, meredakan kekhawatiran utama masyarakat di pesisir. Pusat gempa terletak di kedalaman dangkal, sekitar 10 kilometer di bawah laut, yang umumnya lebih terasa getarannya di daratan.

Detail Episenter dan Respons Cepat BMKG

Berdasarkan analisis instrumental, episenter gempa terletak pada koordinat 1.93 Lintang Utara dan 94.63 Bujur Timur. Titik ini berada sekitar 202 kilometer arah barat daya dari Kota Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue. Kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer, menjadi faktor yang membuat guncangan dapat dirasakan, meski pusatnya jauh di laut.

Dalam keterangan resminya, BMKG merilis detail teknis kejadian ini. Tim analis mencatat waktu kejadian tepat pada pukul 09:40:36 WIB.

"Gempa Mag:5.7, 12-Apr-26 09:40:36 WIB. Kedalaman 10 kilometer," jelas lembaga tersebut melalui rilis resmi.

Imbauan Kewaspadaan dan Proses Pemutakhiran Data

Hingga berita ini diturunkan, laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini masih belum diterima. Namun, otoritas setempat mengimbau warga, khususnya di wilayah yang merasakan guncangan seperti Jailolo dan sekitarnya, untuk tetap tenang namun waspada. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, yang kerap mengikuti gempa utama dengan magnitudo signifikan, terus ditekankan.

BMKG juga menyampaikan catatan penting mengenai dinamika data seismik yang masih dalam tahap pemutakhiran. Proses analisis gempa bumi merupakan pekerjaan yang terus berkembang seiring masuknya data dari lebih banyak stasiun pemantau.

"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," ungkap akun resmi @infoBMKG dalam penjelasannya.

Pernyataan ini mencerminkan prinsip kehati-hatian ilmiah, di mana parameter gempa seperti lokasi dan kedalaman dapat mengalami penyempurnaan setelah melalui proses kurasi data yang lebih komprehensif oleh para ahli geofisika.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar