PARADAPOS.COM - Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar Festival Ketupat pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara tahunan ini menyajikan sebanyak 40.552 buah ketupat secara gratis bagi seluruh warga yang hadir. Mengusung tema "Satu Ketupat Seribu Cerita", festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan dan pelestarian budaya warisan leluhur.
Warisan Leluhur yang Sarat Makna
Festival Ketupat Telaga Kodok telah menjadi tradisi turun-temurun yang rutin digelar setiap setelah Hari Raya Iduladha. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menegaskan pentingnya menjaga tradisi ini.
"Festival Ketupat ini merupakan warisan leluhur yang sarat akan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang sangat erat. Tradisi semacam ini wajib kita jaga dan lestarikan, terutama oleh generasi muda," ujar Sadali di Ambon, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan festival ini bukan sekadar kegiatan tahunan biasa. Lebih dari itu, acara ini telah menjelma menjadi simbol eratnya kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku yang harus terus dipelihara. Sadali juga menambahkan bahwa festival ini berfungsi sebagai wadah untuk memperkokoh identitas budaya daerah sekaligus menopang pengembangan sektor pariwisata yang bertumpu pada peran serta masyarakat.
Peningkatan Jumlah Ketupat dan Antusiasme Warga
Tahun ini, jumlah ketupat yang disediakan mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang hanya sekitar 39 ribu ketupat. Ketua Panitia Festival Ketupat, Sutomo Sanger, menyampaikan bahwa antusiasme warga sangat terlihat dari lonjakan jumlah tersebut.
"Tahun ini jumlah ketupat naik menjadi 40.552 buah. Kami berharap acara ini berjalan lancar dan ke depannya bisa digelar dalam skala yang lebih besar lagi," ujar Sutomo.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan merawat tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga untuk mempererat jalinan sosial antar sesama warga. "Festival ketupat tahun ini bertujuan, pertama, memperkuat tali silaturahmi antar warga yang bersaudara. Kedua, menambah penghasilan masyarakat lewat penjualan minuman dan berbagai produk yang tersedia di setiap stan," kata Sutomo.
Stan Kuliner dan Produk Unggulan
Selain puluhan ribu ketupat, festival ini juga menyediakan 48 stan yang memajang aneka kuliner serta produk unggulan warga setempat. Setiap warga yang datang diajak menikmati ketupat dengan aneka lauk pauk yang telah tersedia. Warga bebas memilih stan mana saja yang disukai dan dapat makan sepuasnya tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga Telaga Kodok yang setia melestarikan tradisi ini. "Kegiatan seperti ini punya potensi besar untuk memikat wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian warga," ujar Sadali.
Festival Ketupat Telaga Kodok di wilayah Leihitu telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nantikan. Acara ini berfungsi sebagai ajang mempererat silaturahmi, wujud persaudaraan khas masyarakat Maluku, sekaligus sebagai media promosi kuliner dan budaya lokal yang mencerminkan tingginya partisipasi warga.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pengamat: Publik Jangan Terjebak Narasi Medsos dalam Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Ketua Umum WALUBI Nyalakan Pelita Perdamaian di Candi Mendut, Tandai Pembukaan Perayaan Waisak
Johan Rosihan: Libatkan Pemuda dalam Kurban untuk Cetak Pemimpin Berkarakter
Veda Ega Pratama Start Posisi 13 di Moto3 Italia 2026, Siap Ulang Aksi Comeback