PARADAPOS.COM - Dua wisatawan mengalami momen menegangkan setelah terkunci di dalam area akuarium besar di Kebun Binatang Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat. Insiden yang terjadi Kamis (9/4/2026) sore itu berhasil diabadikan dalam video amatir dan menjadi perhatian luas di media sosial. Beruntung, keduanya akhirnya dapat dievakuasi dengan selamat oleh petugas setempat.
Momen Panik di Balik Kaca Akuarium
Video yang beredar menunjukkan suasana genting di balik kaca akuarium raksasa. Dua pengunjung, yang kemudian diketahui bernama Abdul Malik dan sepupunya Ismail asal Medan, terlihat berusaha menarik perhatian dari dalam. Mereka berteriak melalui celah pintu yang sedikit terbuka, setelah mendapati pintu akses keluar telah terkunci dari luar. Keduanya sudah berada di dalam area sekitar 30 menit, menikmati koleksi ikan, sebelum menyadari mereka terjebak.
Rasa panik pun melanda. Berbagai upaya mereka lakukan, termasuk mencoba menghubungi nomor kontak petugas yang ditemukan secara daring, sayangnya tidak membuahkan hasil. Suasana sesak di ruang terbatas itu semakin menambah kecemasan.
Evakuasi oleh Petugas Kebersihan
Nasib baik akhirnya berpihak pada kedua wisatawan. Seorang petugas kebersihan yang kebetulan lewat berhasil mendengar teriakan minta tolong mereka. Tanpa menunggu lama, petugas tersebut segera melaporkan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya di bagian akuarium.
Tak berapa lama, bantuan pun tiba. Petugas datang dan membuka kunci dari luar, mengakhiri drama yang berlangsung sekitar setengah jam itu. Kedua pengunjung akhirnya bisa keluar dengan selamat, diiringi kelegaan dari semua pihak yang terlibat.
Penjelasan dari Pengelola Akuarium
Petugas akuarium, Susi Darmanita, memberikan penjelasan terkait kronologi penutupan pintu. Menurutnya, area akuarium dikira sudah kosong oleh petugas jaga saat itu.
"Kita tutup, kita kunci yang bagian atas saja lalu kita pergi salat. Habis salat ada cleaning service manggil-manggil, katanya ada orang terkunci di dalam. Setelah dicek, ternyata benar ada pengunjung di dalam," jelas Susi.
Ia mengakui bahwa prosedur standar seharusnya melibatkan pengecekan ulang sebelum area dikunci. Insiden seperti ini, tuturnya, merupakan yang pertama kali terjadi di tempat tersebut. Usai kejadian, petugas secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Abdul Malik dan Ismail.
Pelajaran dan Harapan ke Depan
Meski berakhir tanpa cedera, peristiwa ini menyisakan perhatian serius terkait prosedur operasional standar keselamatan. Suasana yang sempat mencekam akhirnya cair dan diwarnai tawa kelegaan setelah kunci berhasil dibuka. Namun, insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengelola fasilitas publik untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Banyak pengunjung yang kemudian berharap agar protokol pengecekan akhir sebelum penutupan area dapat diperketat. Tujuannya jelas: memastikan keamanan dan kenyamanan setiap wisatawan yang datang, sehingga pengalaman berkunjung tetap menyenangkan dan terhindar dari kejadian tak terduga serupa.
Artikel Terkait
Ibunda Julia Perez Minta Bantuan Raffi Ahmad Jual Dua Apartemen Peninggalan Jupe
Pemimpin Hizbullah Tolak Rencana Pertemuan Lebanon-Israel di Washington
Uni Eropa Rugi Rp370 Triliun Akibat Gangguan Pasokan Energi dari Konflik Timur Tengah
Tiga Langkah Atasi Gaji Habis di Tengah Bulan