Presiden Prabowo dan Macron Gelar Pertemuan Bilateral Tertutup di Paris

- Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB
Presiden Prabowo dan Macron Gelar Pertemuan Bilateral Tertutup di Paris

PARADAPOS.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan bilateral tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4) siang waktu setempat. Pertemuan empat mata ini menjadi forum strategis untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor prioritas dan membahas perkembangan situasi global terkini, menandai kunjungan kedua Prabowo ke Prancis dalam tahun 2026 ini.

Sambutan Kehormatan dan Pertemuan Empat Mata

Kedatangan Presiden Prabowo di Istana Élysée disambut dengan protokol kenegaraan penuh. Sebuah pasukan kehormatan (guard of honor) memberikan penghormatan, diiringi alunan musik dari satuan militer. Presiden Macron sendiri menunggu di teras istana sebelum turun ke pelataran untuk menyambut tamunya. Kedua pemimpin kemudian berangkulan dan berjabat tangan, disertai percakapan singkat sebelum berfoto di depan pintu masuk istana yang megah.

Acara kemudian berlanjut ke ruang Les Salon des Portraits untuk pertemuan empat mata (tête-à-tête) yang lebih intim. Ruangan ini, yang kerap digunakan untuk pembicaraan tingkat tinggi, menjadi saksi diskusi mendalam antara kedua kepala negara.

Membahas Kerja Sama Bilateral dan Isu Global

Melalui siaran resminya, Sekretariat Presiden RI menegaskan arti penting forum ini. Pertemuan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengokohkan kemitraan bilateral di bidang-bidang yang menjadi prioritas bersama, tetapi juga menjadi ajang bertukar pandangan mengenai dinamika internasional yang terus bergerak.

"(Pertemuan empat mata itu) sekaligus (menjadi kesempatan kedua pemimpin) bertukar pandangan mengenai dinamika global yang tengah berkembang," demikian penegasan dalam rilis resmi tersebut.

Jamuan Makan dan Diplomasi Personal

Usai pembicaraan tertutup, Presiden Macron mengajak Presiden Prabowo untuk bersantap siang bersama. Jamuan makan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari diplomasi tingkat tinggi yang bertujuan membangun keakraban pribadi antarpemimpin. Hubungan personal yang kuat seperti ini seringkali menjadi fondasi yang kokoh bagi kemitraan strategis antara dua negara.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Dalam penjelasan terpisah, Seskab Teddy menyoroti momentum pertemuan ini bagi Indonesia untuk menyuarakan posisinya di panggung dunia.

"Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden, selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia," ungkap Teddy.

Ia juga menyiratkan bahwa pembahasan mencakup perkembangan situasi global yang sensitif, termasuk konflik di Timur Tengah yang saat itu memasuki fase gencatan senjata.

Melanjutkan Momentum Kunjungan Sebelumnya

Kunjungan ke Paris ini adalah yang kedua kalinya bagi Presiden Prabowo pada tahun 2026, setelah sebelumnya memenuhi undangan Presiden Macron pada akhir Januari lalu. Pertemuan sebelumnya juga berlangsung intensif di Istana Élysée selama sekitar 2,5 jam dan diakhiri dengan jamuan makan malam. Rangkaian pertemuan yang berdekatan ini mengindikasikan adanya keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan dinamika hubungan bilateral, serta mengoordinasikan sikap terhadap tantangan global yang kompleks.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar