PARADAPOS.COM - PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025, ditandai dengan lonjakan pendapatan jasa asuransi lebih dari dua kali lipat. Perusahaan yang fokus pada asuransi gaya hidup ini juga membukukan peningkatan laba bersih dan aset, meski mengakui tahun tersebut penuh dengan tantangan ekonomi. Strategi ke depan akan berfokus pada penguatan modal dan ekspansi produk inovatif, terutama di segmen kecelakaan diri dan perjalanan.
Lonjakan Pendapatan dan Laba di Tengah Tantangan Ekonomi
Dalam paparan publik yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026), direksi perusahaan mengungkapkan capaian kinerja yang impresif. Pendapatan jasa asuransi YOII meroket 122,91% secara tahunan menjadi Rp730,70 miliar. Angka yang lebih fantastis terlihat pada hasil jasa asuransi, yang melesat hampir 290% menjadi Rp458,72 miliar.
Di sisi profitabilitas, emiten berkode YOII ini membukukan laba bersih sebesar Rp20,14 miliar, tumbuh 18,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini, menurut manajemen, masih ditopang oleh kinerja produk asuransi kecelakaan diri dan asuransi perjalanan yang menjadi core business mereka.
Strategi Penguatan Modal dan Ekspansi Produk
Meski mencatat pertumbuhan, Direktur Utama Asuransi Digital Bersama, Adi Wibowo Adisaputro, tidak menampik bahwa tahun 2025 diwarnai berbagai tekanan ekonomi. Menghadapi kondisi itu, perusahaan memilih untuk memperkuat fondasi jangka panjang.
Adi Wibowo Adisaputro menjelaskan langkah strategis yang akan diambil. Upaya kami menghadirkan produk asuransi yang inovatif tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat, salah satu langkah strategis kami akan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun lalu sebagai modal untuk pengembangan ke depan,
ungkapnya.
Strategi ekspansi pun telah disiapkan. Perusahaan berencana memperluas lini produk asuransi gaya hidup, baik secara horizontal dengan menambah variasi produk, maupun vertikal dengan mendalami segmen tertentu. Fokusnya adalah menangkap tren gaya hidup terkini, termasuk memperluas cakupan asuransi perjalanan melalui kanal online dan konvensional, serta mengembangkan produk asuransi mikro.
Perusahaan masih fokus melakukan perluasan portofolio produk kecelakaan diri dan perjalanan, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang menyesuaikan kebutuhan asuransi di era gaya hidup digital,
tegas Adi.
Kondisi Keuangan dan Realisasi Dana IPO
Kinerja positif tersebut juga tercermin dalam penguatan neraca. Hingga akhir Desember 2025, total aset YOII membengkak 38,43% menjadi Rp347,25 miliar. Di sisi lain, ekuitas pemegang saham tercatat naik 31,15% menjadi Rp211,03 miliar, sementara liabilitas tumbuh 51,44% menjadi Rp136,22 miliar.
Manajemen juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (IPO). Total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp41,20 miliar, dengan biaya emisi sebesar Rp5,70 miliar.
Adi Wibowo Adisaputro menegaskan bahwa dana tersebut telah digunakan sepenuhnya. Seluruh dana telah direalisasikan untuk kegiatan pemasaran dan operasional Perseroan. Perseroan memastikan telah merealisasikan sisa dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan-undangan dan prinsip GCG yang berlaku,
tegasnya.
Profil dan Transformasi Bisnis
PT Asuransi Digital Bersama Tbk memiliki sejarah panjang di industri asuransi Indonesia. Berdiri sejak 1988 dengan nama awal PT Sarana Lindung Upaya (SLU), perusahaan ini merupakan pemain lama yang melakukan transformasi mendasar.
Pada tahun 2022, perusahaan melakukan restrukturisasi operasi bisnis untuk sepenuhnya fokus pada asuransi yang terkait dengan gaya hidup (lifestyle). Transformasi ini diiringi dengan adopsi teknologi informasi secara masif dalam proses operasionalnya, menandai peralihan menjadi perusahaan asuransi digital yang adaptif dengan perkembangan zaman.
Artikel Terkait
Ibu Tangis di DPRD Jatim Perjuangkan Keadilan untuk Anak Korban Dugaan Peluru Nyasar
Alcaraz Mundur dari Barcelona Open 2026 Usai Alami Cedera Pergelangan Tangan
Kelompok Bersenjata Diduga OPM Tembaki Warga di Puncak, Lima Korban Termasuk Balita Mengungsi
2,15 Juta Peserta BPJS PBI Berhasil Direaktivasi, Kembali Dapat Layanan Kesehatan