PARADAPOS.COM - Sebuah insiden kekerasan bersenjata kembali terjadi di wilayah pegunungan Papua Tengah. Kelompok bersenjata yang diduga dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) membakar rumah warga dan menembaki penduduk di Kabupaten Puncak, Selasa (14/4/2026). Akibatnya, lima orang warga sipil, termasuk tiga anak balita, mengalami luka tembak dan terpaksa mengungsi dengan berjalan kaki puluhan kilometer menuju pos keamanan terdekat.
Kronologi Serangan dan Korban Jiwa
Menurut laporan dari lapangan, kejadian berawal dari aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Satuan Tugas TNI setempat kemudian merespons dan melakukan pengejaran, yang memicu kontak tembak dengan para pelaku. Dalam situasi yang kacau dan penuh ketegangan itu, kelompok bersenjata diduga melepaskan tembakan secara membabi buta ke berbagai arah.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi korban jiwa dalam insiden tersebut. "5 orang warga masyarakat dilaporkan menjadi korban kekerasan dari kelompok bersenjata dan mengalami luka tembak," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Identitas Korban dan Pengungsian Warga
Para korban luka tembak tersebut terdiri dari warga sipil dengan inisial NK, AT, DW (3 tahun), AW (5 tahun), dan OW (6 tahun). Pelaku diduga berasal dari kelompok OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen. Pasca-insiden, suasana mencekam memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka.
Letkol Wirya Arthadiguna menggambarkan perjuangan warga menyelamatkan diri. "Kelima korban luka tembak tersebut dan sebagian besar masyarakat pun akhirnya berjalan kaki puluhan kilometer dengan melewati medan pegunungan terjal mengungsi ke Pos TNI terdekat," tuturnya.
Proses Evakuasi dan Kondisi Terkini
Setelah berhasil mencapai lokasi yang lebih aman, korban luka segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka dibawa ke Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya. Evakuasi melalui medan yang berat ini menunjukkan betapa kompleksnya penanganan situasi darurat di geografi Papua.
Sementara itu, anggota kelompok bersenjata dilaporkan dipukul mundur ke arah Galupaga Kampung Kembru. Tembakan yang mengenai warga sipil diduga berasal dari sekitar sungai di ujung Kampung Muara. Saat ini, pasukan keamanan masih tetap disiagakan penuh di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
SK ASN Satpol PP Bogor Digadaikan Atasan, TPP Pegawai Dipotong Paksa Bank
MUI Gelar Silaturahmi Nasional, Hadirkan TNI-Polri dan Diplomat untuk Bahas Perdamaian Dunia Islam
Jamie Murray, Legenda Tenis Ganda Dunia, Resmi Pensiun Setelah Lebih dari Tiga Dekade
Bareskrim dan FBI Ungkap Sindikat Penjualan Alat Phishing Senilai Rp25 Miliar dari Kupang