PARADAPOS.COM - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta telah menyelesaikan persiapan menyeluruh untuk menyambut musim haji 1447 H/2026 M. Layanan keimigrasian dipastikan siap melayani arus puluhan ribu jemaah yang akan berangkat ke Arab Saudi melalui bandara utama Indonesia tersebut, dengan pemberangkatan perdana dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026.
Rencana Pemberangkatan dan Kuota Jemaah
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana, mengonfirmasi garis waktu operasional tersebut. Menurutnya, bandara internasional di Tangerang ini akan menjadi titik berangkat bagi 35.285 calon haji pada musim kali ini.
Galih menjelaskan, "Dapat kami informasikan, pemberangkatan calon jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 orang."
Asal Jemaah dan Maskapai yang Digunakan
Gelombang jemaah tersebut tidak datang dari satu titik saja. Mereka akan berkumpul dari tiga embarkasi utama yang menjadi wilayah penyangga bandara, yaitu Embarkasi Pondok Gede, Embarkasi Bekasi, dan Embarkasi Cipondoh di Kota Tangerang. Setelah proses administrasi dan bimbingan di embarkasi, perjalanan spiritual mereka akan dilanjutkan menggunakan dua maskapai resmi: Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Kesiapan Operasional di Lapangan
Menyambut peristiwa tahunan yang berskala besar dan penuh nuansa sakral ini, pihak imigrasi tidak main-main dalam menyiapkan infrastruktur layanannya. Galih menegaskan bahwa berbagai aspek teknis di lapangan telah dimatangkan untuk menciptakan pengalaman yang lancar dan nyaman bagi para tamu Allah.
Dia menambahkan, "Untuk mendukung kelancaran pemberangkatan haji kali ini, Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah melakukan berbagai persiapan operasional, personil, hingga pengamanan keimigrasian."
Pernyataan ini mengindikasikan sebuah pendekatan yang komprehensif, di mana kesiapan tidak hanya terfokus pada jumlah konter layanan, tetapi juga mencakup penyiapan sumber daya manusia dan sistem pengamanan yang ketat. Langkah-langkah ini penting untuk mengantisipasi kerumunan dan memastikan setiap proses keimigrasian berjalan sesuai prosedur, tanpa mengganggu kekhusyukan para jemaah.
Artikel Terkait
Motor Listrik Jarak Jauh Mulai Hadir, Klaim Tempuh 300 Kilometer
HNW Dorong Diplomasi Haji 2026 Jadi Momentum Hentikan Perang di Timur Tengah
Bayi Baru Lahir Nyaris Dibawa Orang Asing di RSHS Bandung
Pendaftaran 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka 15-24 April 2026