PARADAPOS.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka ruang kolaborasi strategis dengan pelaku industri startup untuk mempercepat penguatan ekosistem digital nasional. Langkah ini diwujudkan melalui audiensi Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dengan perwakilan Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah program prioritas, mulai dari pendampingan, komersialisasi kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan bagi para pelaku usaha rintisan.
Fokus Kemenparekraf sebagai Akselerator
Dalam dialog yang berlangsung di kantor kementerian, Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah untuk bertindak sebagai katalisator bagi pertumbuhan startup. Ia menyebut bahwa sebagian besar sumber daya kementerian akan dialokasikan untuk mendorong kemandirian para pegiat ekonomi kreatif.
"Kementerian Ekraf memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf, termasuk asosiasi startup seperti Starfindo, agar dapat berkembang hingga mandiri. Ini merupakan wujud ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth," tutur Riefky dalam keterangan resmi yang dirilis sehari setelah pertemuan.
Meski mengakui potensi besar subsektor aplikasi dan teknologi, Menteri Riefky juga tidak menampik adanya tantangan kompleks yang masih menghadang. Isu-isu seperti keterbatasan pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual yang belum optimal, serta target peningkatan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan ekspor, menjadi perhatian utama yang memerlukan solusi kolaboratif.
Usulan Strategis dari Asosiasi Startup
Merespon ajakan kolaborasi tersebut, perwakilan Starfindo menyampaikan sejumlah poin kritis yang diharapkan dapat mendapat dukungan pemerintah. Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha, menguraikan tujuh usulan strategis yang mencakup aspek regulasi, pengembangan teknologi, akses pembiayaan, hingga ekspansi pasar global.
"Inti dari tujuh poin yang kami ajukan adalah mendorong kemandirian teknologi. Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk membuka akses kerja sama "business to government" sehingga startup dapat berkembang lebih cepat," jelas Hembang.
Starfindo, yang merupakan bagian dari ekosistem Kementerian Perindustrian, diketahui telah memiliki pengalaman membina lebih dari 1.300 startup sejak 2018 melalui program Startup4industry.id. Fokus pembinaan selama ini banyak tertuju pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan platform e-commerce.
Menyelaraskan Program dan Kebijakan
Pembahasan dalam audiensi tersebut semakin mendalam dengan menyentuh isu-isu teknis dan kebijakan. Di antaranya adalah kebutuhan akan insentif fiskal yang lebih tepat sasaran, peningkatan transparansi dalam proses pengadaan pemerintah, serta penguatan sistem pencatatan ekonomi digital untuk memetakan kontribusi sektor kreatif secara lebih akurat.
Teknologi AI juga menjadi topik yang mengemuka, bukan hanya sebagai bidang usaha, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong inovasi dan efisiensi di berbagai lini produksi industri kreatif. Menanggapi berbagai masukan itu, Kemenparekraf menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memetakan dan memprioritaskan peluang kerja sama yang dapat segera dijalankan.
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan dari sekadar pembinaan menjadi kemitraan yang setara, dengan harapan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan industri kreatif dan digital Indonesia di kancah global.
Artikel Terkait
KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Tulungagung
Dokter Mata Ingatkan Bahaya Screen Time dan Rokok bagi Kesehatan Visual
Program Sekolah Rakyat Buka Peluang bagi Pemuda Bekasi Lanjutkan Pendidikan
Motor Listrik Jarak Jauh Mulai Hadir, Klaim Tempuh 300 Kilometer