PARADAPOS.COM - Bhayangkara Presisi Lampung FC meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-1 atas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League, Jumat (17/4/2026) malam. Bermain di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandarlampung, tim tuan rumah berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Hasil ini mengangkat posisi Bhayangkara dalam klasemen sementara.
Permainan Ketat dan Gol Cepat PSIM
PSIM langsung menunjukkan niat serius sejak awal laga. Mereka menguasai ritme permainan dengan permainan kaki yang tenang dan terukur. Teknik itu langsung membuahkan hasil. Hanya sembilan menit setelah kick-off, Savio Sheva berhasil menaklukkan kiper Bhayangkara, membawa tim Mataram unggul lebih dulu. Keunggulan ini membuat PSIM tampil lebih percaya diri, sementara tekanan justru berada di pundak Bhayangkara yang bermain di depan pendukungnya sendiri.
Meski tertinggal, serangan balik Bhayangkara yang diusung oleh trio Doumbia, Privat Mbarga, dan Moussa Sidibe mulai menunjukkan taringnya. Beberapa peluang berbahaya berhasil mereka ciptakan, meski belum mampu membobol gawang PSIM yang dijaga Cahya Supriadi. Di sisi lain, ancaman dari lini serang PSIM yang dipimpin Zevalente juga masih sesekali membuat jantung penonton berdebar.
Kebangkitan di Babak Kedua
Babak kedua memperlihatkan wajah berbeda dari Bhayangkara. Mereka tampil lebih agresif dan terorganisir. Usaha keras itu akhirnya terbayar lima menit setelah turun minum. Sebuah eksekusi tendangan bebas Moussa Sidibe berhasil disundul dengan sempurna oleh Nehar Sadiki, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan itu bagai menyulut semangat seluruh pemain Bhayangkara. Di bawah arahan pelatih Paul Munster, mereka terus menggempur pertahanan PSIM tanpa henti. Tekanan yang konsisten akhirnya kembali membuahkan hasil hanya lima menit berselang.
Moussa Sidibe, yang sebelumnya berperan sebagai eksekutor tendangan bebas, kini berubah menjadi pencetak gol. Ia dengan cerdik memanfaatkan umpan dari Moises, menaklukkan Supriadi untuk kedua kalinya dan membawa Bhayangkara berbalik memimpin 2-1.
Gol Batal dan Tiga Poin Penting
PSIM sempat berusaha bangkit dan bahkan membawa bola ke gawang Bhayangkara melalui kaki Vidal. Namun, sorak-sorai pemain dan suporter mereka harus terpenggal. Setelah melalui peninjauan teknologi VAR, wasit memutuskan posisi Vidal offside, sehingga gol tersebut dianulir. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk kemenangan Bhayangkara tak tergoyahkan.
Kemenangan berharga ini membawa dampak signifikan pada papan klasemen. Bhayangkara Presisi Lampung FC kini melesat ke posisi keempat dengan mengumpulkan 47 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, PSIM Yogyakarta harus puas tertahan di posisi kesembilan dengan koleksi 38 poin. Hasil ini tentu menjadi modal berharga bagi Bhayangkara dalam melanjutkan perburuan poin di sisa musim.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Banjir di Sumatra Utara Sabtu Ini
Pemerintah Buka Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Jembatan Kolonial Belanda di Klaten Beroperasi Kembali Setelah 13 Tahun Mangkrak
Pemerintah Jadikan Energi Terbarukan Pilar Utama Ketahanan Nasional