PARADAPOS.COM - Markas Besar TNI memberikan klarifikasi resmi menanggapi informasi yang beredar luas mengenai insiden penembakan yang menewaskan seorang anak di Papua pada pertengahan April 2026. Dalam penjelasannya, TNI memaparkan bahwa terdapat dua peristiwa terpisah yang terjadi pada tanggal 14 April di lokasi yang berbeda, dan menegaskan tidak ada keterlibatan aparatnya dalam insiden yang merenggut nyawa anak tersebut.
Dua Peristiwa di Hari yang Sama
Berdasarkan keterangan resmi dari Pusat Penerangan TNI, dua kejadian yang memicu spekulasi publik ini terjadi di dua kampung berbeda dengan jarak sekitar tujuh kilometer. Peristiwa pertama adalah kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata, sementara peristiwa kedua adalah penemuan jenazah anak dengan luka tembak. TNI menekankan bahwa kedua insiden ini tidak saling terkait.
Kontak Tembak dengan Kelompok Bersenjata
Insiden pertama berlangsung di Kampung Kembru. Aparat TNI melakukan patroli setelah menerima laporan masyarakat tentang keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut. Saat tiba di lokasi, tim patroli dikabarkan mendapat tembakan terlebih dahulu, yang memicu baku tembak.
Kepala Bagian Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menjelaskan kronologi kejadian. "Menindaklanjuti informasi itu, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Dari lokasi kejadian, aparat menyita sejumlah barang bukti yang cukup signifikan. Barang sitaan itu meliputi senjata rakitan, senapan angin, berbagai munisi, senjata tajam tradisional, hingga perlengkapan komunikasi dan atribut kelompok.
Penemuan Korban Anak di Kampung Berbeda
Sementara itu, di Kampung Jigiunggi yang letaknya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Kembru, seorang anak ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak pada tanggal yang sama. TNI menyatakan bahwa laporan ini pertama kali diterima dari kepala kampung setempat.
Tim segera melakukan pengecekan dan mengonfirmasi adanya korban. Namun, hingga saat ini penyebab pasti dan pelaku di balik insiden tragis ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Pernyataan Tegas dan Penyelangan Berlanjut
Dalam klarifikasinya, TNI secara tegas membantah keterlibatan prajuritnya dalam kematian anak tersebut. Institusi ini menyoroti perbedaan lokasi dan waktu kejadian, serta menegaskan tidak ada aktivitas patroli di Kampung Jigiunggi saat insiden terjadi.
Agung Saptoadi kembali menegaskan posisi resmi TNI. "TNI menegaskan tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa penembakan terhadap anak tersebut. Kedua peristiwa terjadi di lokasi yang berjauhan, waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan. TNI juga menyatakan tidak ada kegiatan patroli di Kampung Jigiunggi pada saat kejadian," tegasnya.
Pernyataan ini dikeluarkan dalam upaya memberikan kejelasan atas informasi yang simpang siur di masyarakat. Sementara klarifikasi telah diberikan, proses hukum dan penyelidikan atas kasus penembakan anak di Kampung Jigiunggi masih terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan.
Artikel Terkait
Lazio Hantam Napoli 2-0 di Maradona, Ambisi Juara Partenopei Terhambat
Warga Jember Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit Bambu Usai Jembatan Putus
Badan Geologi Ingatkan Warga Tomohon Waspadai Gas Beracun dan Erupsi Mendadak Gunung Lokon
Regal Springs Indonesia Dukung Kampanye KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan di Kalangan Urban