Gempa 5,9 SR Guncang Nias Utara, Belum Ada Laporan Kerusakan

- Sabtu, 18 April 2026 | 21:25 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Nias Utara, Belum Ada Laporan Kerusakan

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan signifikan, 5,9 magnitudo, kembali mengguncang wilayah Sumatra Utara. Guncangan yang terjadi pada Minggu (2/6/2024) dini hari pukul 03:06 WIB itu berpusat di laut dekat Kabupaten Nias Utara, dengan kedalaman yang relatif dangkal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan parah atau korban jiwa, namun otoritas setempat mengimbau kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Lokasi dan Parameter Guncangan

Berdasarkan analisis cepat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak sekitar 48 kilometer arah barat daya dari Nias Utara. Titik pusatnya berada pada koordinat 1,14 Lintang Utara dan 97,04 Bujur Timur, di kedalaman hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang dangkal seperti ini sering kali membuat guncangan terasa lebih kuat di wilayah-wilayah terdekat, meskipun pusatnya berada di laut lepas.

Imbauan Resmi untuk Masyarakat

Menyikapi kejadian ini, BMKG secara resmi telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di pesisir Nias Utara dan sekitarnya. Imbauan utama adalah untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pengalaman dari kejadian serupa di masa lalu menunjukkan bahwa aktivitas seismik dapat berlanjut beberapa saat setelah guncangan utama.

“BMKG meminta masyarakat berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” ungkap pernyataan resmi yang dikutip dari laman institusi tersebut.

Konteks Geologis dan Kesiapsiagaan

Wilayah Nias dan sekitarnya memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa, berada dekat dengan pertemuan lempeng tektonik besar. Kejadian gempa dengan magnitudo menengah seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan. Para ahli seismologi menekankan, selain membangun infrastruktur tahan gempa, pemahaman masyarakat tentang langkah evakuasi mandiri saat gempa terjadi adalah kunci utama mengurangi risiko. Saat ini, tim pemantauan terus bekerja untuk mengamati perkembangan aktivitas gempa di zona tersebut.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar