PARADAPOS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan bahwa pembangunan ibukota harus berorientasi pada manusia dan nilai-nilai kebersamaan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Kota Tua, Jakarta, pada Sabtu, 18 April 2026. Rano menegaskan, kemajuan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi lebih pada terwujudnya masyarakat yang empatik, toleran, dan inklusif.
Pembangunan yang Menyentuh Sisi Kemanusiaan
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur, Rano Karno mengingatkan pentingnya menjaga sisi humanis sebuah kota metropolitan. Menurutnya, semangat pembaruan harus menjangkau aspek sosial dan karakter warganya. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beradab.
“Pembaruan di Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih empatik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” ujarnya di lokasi acara.
Keberagaman sebagai Fondasi Kota Global
Rano melihat keberagaman suku, agama, dan budaya di Jakarta bukan sebagai tantangan, melainkan sebagai modal sosial yang sangat berharga. Untuk itu, pemerintah perlu secara aktif membuka ruang dialog dan interaksi yang sehat antar berbagai kelompok masyarakat. Langkah ini dianggap penting agar perbedaan justru menjadi pemersatu dan pengaya kehidupan urban.
“Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota,” tuturnya.
Komitmen ini, lanjutnya, diwujudkan dalam penyediaan fasilitas publik yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang, mulai dari transportasi umum hingga ruang terbuka hijau.
Prestasi Keamanan sebagai Bukti Kohesi Sosial
Sebagai bukti konkret bahwa upaya membangun harmoni sosial membuahkan hasil, Rano menyoroti prestasi Jakarta yang dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN. Capaian dengan skor keamanan 0,72 menurut Global Residence Index 2026 ini bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya.
“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat,” tegasnya.
Prestasi tersebut, dalam pandangannya, merupakan indikator nyata dari hubungan yang solid antara pemerintah dan warga dalam menciptakan lingkungan hidup yang tertib dan damai.
Ajakan Merawat Kota dengan Semangat JagaJakarta
Menutup arahannya, Rano Karno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara proaktif menjaga iklim kebersamaan yang telah terbina. Ia berharap nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dapat terus dikokohkan sebagai fondasi utama, menjadikan Jakarta sebagai rumah yang nyaman bagi semua orang di tengah persaingan global.
“Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat JagaJakarta, agar Jakarta tetap menjadi kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua,” ucap Rano.
Ajakan ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan Jakarta yang gemilang dibangun bukan hanya dari beton dan baja, tetapi dari komitmen kolektif untuk saling menjaga dan menghormati.
Artikel Terkait
Perancis dan Inggris Inisiasi Pembahasan Global untuk Jamin Keamanan Selat Hormuz
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab Imbas Ketegangan Iran di Selat Hormuz
Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Buka Dialog Langsung dengan Kuba
KEK Palu Amankan Investasi Rp342,8 Miliar untuk Jargas dan Regasifikasi