PARADAPOS.COM - Perekonomian Jawa Timur menunjukkan ketahanan dan momentum pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data resmi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini berhasil menembus angka Rp3.403,17 triliun, tumbuh sebesar 5,33 persen. Sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak utama, dengan pertumbuhan yang bahkan melampaui rata-rata provinsi. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Jatim sebagai kontributor terbesar kedua bagi ekonomi nasional di Pulau Jawa.
Kontribusi Besar dan Tantangan Investasi
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengungkapkan besarnya kontribusi daerahnya. Jatim menyumbang 25,29% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,40% terhadap perekonomian nasional. Dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia, provinsi ini memegang porsi signifikan sebesar 1,6%.
Namun, skala ekonominya yang masif justru menciptakan tantangan tersendiri, khususnya dalam menarik investasi yang benar-benar berdampak nyata. Emil menjelaskan bahwa nilai investasi yang terlihat besar di daerah lain bisa saja kurang terasa di Jatim.
"Jadi kalau datang satu investasi nilainya Rp1 triliun pun itu enggak kelihatan. Karena PDRB kita ini bisa di atas Rp3.000 triliun setahun, itulah sebabnya kita harus banyak sekali mengejar (investasi)," tuturnya dalam Media Briefing di Nganjuk, Kamis (16/4/2026).
Peran Vital Sektor Manufaktur
Di tengah kekhawatiran akan gejala deindustrialisasi, kinerja sektor industri pengolahan di Jatim menjadi penyeimbang yang penting. Laju pertumbuhannya yang mencapai 5,98% pada 2025 berperan aktif dalam mengerek angka pertumbuhan ekonomi provinsi ke level yang lebih tinggi.
"Kalau (ekonomi) Jawa Timur tumbuh 5,33% di tahun 2025, maka industri pengolahan tumbuhnya 5,98%, artinya di atas rata-rata Jawa Timur. Sektor ini membantu mengerek pertumbuhan Jawa Timur ke atas," jelas Emil.
Ia menegaskan komitmen untuk menjaga sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan pandangan banyak ekonom untuk menjaga fondasi industri nasional. "Jangan sampai kemudian lebih banyak pengusaha itu enggak berani bikin pabrik," tambahnya.
Pemerataan Kawasan Industri dan Potensi Nganjuk
Strategi penguatan industri tidak hanya terpusat di wilayah metropolitan. Pemerintah provinsi secara aktif mendorong pemerataan pengembangan kawasan manufaktur ke berbagai kabupaten, salah satunya adalah Nganjuk. Daerah yang dahulu tidak terlalu dilirik investor, kini mulai menunjukkan daya tariknya.
"Beberapa dekade sebelumnya, tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai daerah basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati untuk mengembangkan industri," urainya.
Optimisme ini diamini oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Sepanjang 2025, realisasi investasi di kabupaten tersebut telah mencapai Rp1,6 triliun. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mempermudah proses investasi guna memperkuat posisinya sebagai kawasan industri padat karya yang kompetitif.
"Kami terus bersama-sama untuk menjadi katalisator dan juga menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk industri padat karya, agar Kabupaten Nganjuk dan juga Jawa Timur bisa lebih baik lagi," ungkap Cahyo.
Artikel Terkait
Prajurit Kopassus Bertahan Hidup 18 Hari Tersesat di Hutan Papua
Kebakaran di Grogol Petamburan Tewaskan Lima Anggota Keluarga, Diduga Akibat Korsleting
Helikopter Perkebunan Jatuh di Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas
Komnas HAM Kecam Operasi Militer di Papua yang Tewaskan Warga Sipil