Teladan Prima Agro (TLDN) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Siapkan Ekspansi Rp600 Miliar

- Minggu, 19 April 2026 | 02:25 WIB
Teladan Prima Agro (TLDN) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Siapkan Ekspansi Rp600 Miliar

PARADAPOS.COM - PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, dengan pendapatan dan laba bersih tumbuh lebih dari 28% dan 34% secara tahunan. Menyongsong tahun 2026, emiten perkebunan kelapa sawit milik Wishnu Wardhana ini tetap optimis menargetkan pertumbuhan dua digit, didorong oleh prospek harga crude palm oil (CPO) yang kuat serta strategi ekspansi agresif senilai lebih dari Rp600 miliar.

Kinerja Keuangan dan Operasional yang Tangguh

Pada tahun buku 2025, Teladan Prima Agro berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,10 triliun, meningkat 34,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini ditopang oleh pendapatan yang juga meroket 28,73% menjadi Rp5,42 triliun. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kinerja operasional yang stabil. Produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti perusahaan naik 3,6% menjadi 1,10 juta ton, sementara produktivitas per hektarnya terjaga di level 22,2 ton.

Menurut penjelasan Head of Corporate Finance & Strategy TLDN, Wasisto Budi S, pertumbuhan pendapatan didorong oleh kombinasi peningkatan volume penjualan CPO sebesar 8% dan kenaikan harga jual rata-rata yang mencapai 14,5% secara tahunan.

Target Optimistis dan Strategi Ekspansi

Dengan momentum positif tersebut, manajemen percaya diri menatap tahun 2026. Perusahaan tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga pertumbuhan finansial yang signifikan.

"Kami optimistis untuk menargetkan target produksi tahun ini Insyaallah bisa lebih baik 5-10% dibandingkan tahun 2025. Begitu juga dengan target pendapatan dan laba tahun 2026, yang kami optimistis untuk bisa mencapai 10% lebih baik dibandingkan tahun 2025," tutur Wasisto dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Untuk mewujudkan target tersebut, TLDN mengalokasikan belanja modal (capex) lebih dari Rp600 miliar. Strateginya berjalan dua arah: organik dan anorganik. Secara organik, perusahaan akan membangun pabrik pengolahan inti sawit baru dan pembangkit listrik tenaga biogas. Sementara secara anorganik, akuisisi tetap menjadi pilihan strategis untuk mempercepat pertumbuhan.

"Kami sangat terbuka dengan rencana akuisisi dan menjadi salah satu rencana yang ada di rencana jangka panjang perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit," sambung Wasisto menegaskan komitmen ekspansi perusahaan.

Landasan Keuangan yang Kuat untuk Ekspansi

Agresivitas TLDN dalam berekspansi didukung oleh struktur keuangan yang semakin sehat. Pada 2025, perusahaan berhasil menekan total liabilitas sebesar 5,8% menjadi Rp2,37 triliun berkat pelunasan sejumlah utang ke perbankan. Di sisi lain, ekuitas perseroan justru menguat 15,9% menjadi Rp3,64 triliun, memberikan ruang yang cukup lebar untuk pembiayaan berbagai proyek strategis ke depan.

Prospek Pasar CPO: Peluang di Tengah Tantangan

Optimisme TLDN beririsan dengan prospek pasar CPO global yang masih cerah, meski diwarnai sejumlah tantangan. Implementasi mandatori biodiesel B40 di Indonesia sejak Januari 2025 dan rencana peningkatan ke B50 pada pertengahan 2026 diperkirakan akan menyerap pasokan domestik secara signifikan, sehingga memperketat pasokan global. Faktor ini, ditambah dengan pertumbuhan produksi yang moderat, diperkirakan akan mendongkrak harga CPO.

Namun, industri juga harus waspada terhadap beberapa risiko. Direktur Pemasaran dan Komersial TLDN, Santos Ibrahim Noor, mengungkapkan adanya tekanan di awal tahun.

"Yang paling penting adalah El Niño yang berkepanjangan, yang kita harapkan semoga tidak terjadi. Tapi para ahli menyatakan bahwa tahun 2026 ini ada kemungkinan besar terjadinya El Niño di sektor perkebunan dan pertanian," ungkap Santos, menyoroti ancaman iklim yang dapat memengaruhi produktivitas.

Tantangan lain datang dari gejolak geopolitik yang mendorong kenaikan harga bahan baku, terutama pupuk. Menyikapi hal ini, TLDN telah mengambil langkah antisipatif. Direktur Keuangan, Akuntansi dan Pajak TLDN, Mahirudin, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengamankan 70% kebutuhan pupuknya sebelum harga melonjak.

"Sehingga dengan kenaikan yang terakhir ini ber-impact hanya 30% terhadap pupuk, sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap biaya operasional tahun ini," jelas Mahirudin, menunjukkan langkah kehati-hatian manajemen dalam mengelola risiko operasional.

Dengan kombinasi kinerja historis yang kuat, strategi ekspansi yang jelas, dan kemampuan mengantisipasi tantangan pasar, PT Teladan Prima Agro tampaknya sedang memposisikan diri untuk menangkap peluang dalam tren positif industri kelapa sawit nasional.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar