PTPN IV dan ITS Kembangkan Bensin Sawit untuk Ketahanan Energi

- Senin, 20 April 2026 | 01:25 WIB
PTPN IV dan ITS Kembangkan Bensin Sawit untuk Ketahanan Energi

PARADAPOS.COM - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo resmi menjalin kemitraan strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya bensin sawit atau biogasoline, sebagai bagian dari upaya transformasi industri dan mendukung ketahanan energi nasional. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Surabaya pada Minggu (19/4), disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Sinergi Industri dan Kampus untuk Akselerasi Inovasi

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mengintegrasikan riset teknologi ke dalam skala industri. Fokusnya tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga membangun ekosistem bisnis sawit yang berkelanjutan.

“Sinergi dengan ITS adalah langkah konkret PalmCo dalam mengintegrasikan riset teknologi ke dalam skala industri,” tegas Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, ruang lingkup kolaborasi cukup luas, mencakup riset energi terbarukan hingga pemanfaatan teknologi untuk menciptakan ekosistem zero waste di lingkungan perkebunan.

Dukungan Pemerintah untuk Hilirisasi Riset

Kehadiran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam penandatanganan menunjukkan dukungan serius pemerintah terhadap inisiatif ini. Menurut Amran, pengembangan bensin sawit perlu segera didorong ke tahap industrialisasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Kita mulai dari industri skala kecil dulu, kalau ini berhasil, langsung kita buka skala besar. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional,” ungkapnya.

Menteri Amran menekankan bahwa kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mengoptimalkan komoditas sawit sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan.

Jembatan dari Laboratorium ke Pasar

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyambut baik kerja sama ini sebagai sarana untuk menghilirisasi hasil riset. Ia menekankan pentingnya agar inovasi dari kampus tidak berhenti di publikasi ilmiah, tetapi bisa memberikan manfaat nyata.

“Kami mendorong agar hasil riset kampus memiliki dampak nyata. Kerja sama dengan PTPN IV PalmCo ini menjadi jembatan penting agar inovasi seperti bensin sawit dapat diterapkan dalam skala masif,” jelas Bambang.

Dari sisi teknis, Ketua Tim Peneliti ITS, Hosta Ardhyananta, mengungkapkan bahwa fokus inovasi adalah pada efisiensi konversi minyak sawit menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan mesin kendaraan yang ada saat ini.

Rencana Implementasi Jangka Panjang

Kerja sama ini dirancang untuk berlangsung selama lima tahun ke depan. Untuk memastikan implementasinya berjalan lancar, akan dibentuk tim kerja khusus yang bertugas mengawal penerapan teknologi di lapangan. Tim dari ITS bersama dengan Kementerian Pertanian juga akan melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan kelayakan produksi massal.

Sinergi antara pelaku industri, akademisi, dan pemerintah ini diharapkan tidak hanya mempercepat pengembangan energi terbarukan berbasis sawit, tetapi juga memperkuat struktur hilirisasi industri perkebunan nasional. Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil diharapkan dapat berkurang secara bertahap, membuka babak baru dalam ketahanan energi Indonesia.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar