PARADAPOS.COM - Perum Bulog membuka pintu gudangnya untuk diverifikasi langsung oleh publik. Langkah transparan ini diambil menyusul inspeksi mendadak Presiden Prabowo Subianto ke gudang Bulog di Magelang, sebagai upaya memastikan keamanan stok cadangan beras pemerintah dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional.
Undangan Terbuka untuk Masyarakat
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara resmi mengundang masyarakat untuk mengecek kondisi nyata stok beras di gudang-gudang Bulog. Inisiatif ini digulirkan sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik dan respons atas perhatian tinggi pemerintah terhadap ketersediaan pangan.
Rizal menegaskan, langkah ini bertujuan membangun kepercayaan bahwa cadangan beras pemerintah dikelola secara profesional dan siap didistribusikan.
"Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik, Bulog membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang," jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Target Penyerapan Meningkat dan Strategi "Jemput Bola"
Untuk memperkuat cadangan, Bulog menargetkan penyerapan beras petani sebesar 4 juta ton pada tahun ini, angka yang lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 3 juta ton. Pencapaian target ini dijalankan dengan strategi agresif.
Rizal memaparkan bahwa tim lapangan Bulog secara aktif turun ke sawah dan titik panen.
"Penyerapan dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia," tuturnya.
Kapasitas Gudang Mengalami Ekspansi
Seiring peningkatan penyerapan, kapasitas penyimpanan pun ditingkatkan. Bulog tidak hanya mengandalkan 1.540 gudang milik sendiri dengan kapasitas 3,06 juta ton, tetapi juga memanfaatkan gudang filial atau mitra.
Hingga saat ini, tercatat 1.254 gudang filial dengan kapasitas tambahan sekitar 2,69 juta ton telah digunakan. Ekspansi ini memastikan stok yang terserap dapat disimpan dengan aman dan tersebar merata ke berbagai daerah, mengurangi risiko logistik dan mempermudah distribusi.
Stok Aktif dalam Kondisi Optimal
Data terkini per 18 April 2026 menunjukkan, posisi stok beras yang dikelola Bulog telah mencapai 4,88 juta ton. Angka ini dinilai sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi buffer dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Rizal menyatakan, kondisi gudang yang terisi optimal ini adalah bukti keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi dalam negeri.
Presiden Tinjau Langsung Kesiapan Gudang
Transparansi Bulog ini sejalan dengan inspeksi mendadak yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya, ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Magelang sehari sebelumnya, Sabtu (18/4). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memastikan kesiapan lapangan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya menyampaikan maksud kedatangan presiden.
"Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat," ungkap Teddy.
Kompleks gudang di Magelang yang terdiri dari dua unit dengan kapasitas total 7.000 ton tersebut dilaporkan dalam kondisi terisi penuh, menggambarkan kesiapan stok di tingkat regional.
Serangkaian langkah dari inspeksi presiden hingga undangan terbuka ke publik ini menunjukkan upaya berlapis untuk menguatkan pondasi ketahanan pangan nasional, dengan fokus pada transparansi data dan kesiapan logistik yang nyata.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Alami Luka Bakar dan Potensi Kebutaan Usai Disiram Air Keras dalam Tawuran di Jakpus
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Bantul DIY, Belum Ada Laporan Kerusakan
Tes Kemampuan Akademik SD Dimulai, Fokus pada Literasi dan Numerasi
PTPN IV dan ITS Kembangkan Bensin Sawit untuk Ketahanan Energi