PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mendapatkan dimensi pengawasan baru melalui inisiatif digital. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menilai aplikasi Jaga Desa yang digagas Kejaksaan Agung bersama Kementerian Desa dapat memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program gizi nasional tersebut, terutama di tingkat desa.
Sinergi Digital untuk Pengawasan yang Lebih Ketat
Dalam paparannya, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kehadiran platform digital Jaga Desa diharapkan dapat memacu keseriusan para pelaksana program di lapangan. Aplikasi ini dianggap sebagai sarana pengawasan tambahan yang signifikan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjadi ujung tombak distribusi bantuan gizi.
Dadan menegaskan bahwa sinergi ini relevan, mengingat mayoritas anggaran program MBG dikelola di tingkat desa. Dengan mekanisme pengawasan yang lebih transparan dan terdigitalisasi, kualitas dan akuntabilitas pemanfaatan dana diharapkan dapat meningkat.
Mengawal Dana Rakyat di Tingkat Tapak
Lebih rinci, Dadan mengungkapkan bahwa sebagian besar alokasi anggaran BGN untuk program MBG—tepatnya 93 persen—telah ditransfer ke rekening virtual (virtual account) yang dimiliki oleh setiap SPPG di seluruh Indonesia. Kondisi ini membuat pengawasan yang efektif menjadi sebuah keniscayaan.
Dia meyakini, kolaborasi dengan Kejaksaan Agung melalui aplikasi Jaga Desa akan membuat pemantauan terhadap pemanfaatan dana di rekening-rekening virtual tersebut berjalan lebih intensif dan terstruktur.
"Dengan adanya aplikasi Jaga Desa ini menambah pengawasan tersebut, sehingga saya kira ini akan membuat seluruh mitra kami, seluruh SPPG kami, akan semakin serius mengurus program makan bergizi; akan semakin berkualitas, semakin akuntabel," jelas Dadan usai menghadiri acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, platform digital tersebut tidak hanya relevan, tetapi juga strategis. Aplikasi Jaga Desa memungkinkan berbagai aspek pembangunan desa, termasuk penggunaan dana yang bersumber dari APBN, untuk dipantau secara lebih real-time dan komprehensif. Hal ini pada akhirnya bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang dimaksudkan untuk perbaikan gizi anak Indonesia benar-benar sampai pada sasaran dengan tepat guna.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Putus Puasa Kemenangan 38 Tahun
KPK Gandeng Kortastipidkor Polri untuk Atasi Keterbatasan SDM dan Perluas Pengawasan ke Daerah
Kebisingan Digital dan Matinya Kepakaran: Ketika Kecepatan Reaksi Mengalahkan Kedalaman Berpikir
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global