Otoritas Madinah Perketat Akses ke Raudhah dengan Sistem Digital Nusuk

- Senin, 20 April 2026 | 19:50 WIB
Otoritas Madinah Perketat Akses ke Raudhah dengan Sistem Digital Nusuk

PARADAPOS.COM - Geliat musim haji 2026 mulai terasa di kota suci Madinah. Ribuan jemaah dari berbagai belahan dunia mulai memadati Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah Arbain sekaligus berziarah ke makam Rasulullah.

Suasana di sekitar kompleks masjid yang mulia itu semakin ramai menjelang puncak musim haji. Kerumunan jemaah, terutama saat salat Subuh, tampak sangat padat. Dari pengamatan di lapangan, jemaah yang berasal dari Turki, India, Bangladesh, dan Pakistan terlihat mendominasi area dalam dan luar masjid. Selain menunaikan salat wajib, antusiasme tinggi juga terlihat untuk dapat memasuki area khusus yang dikenal sebagai Raudhah atau Riyadhul Jannah, sebuah area mulia yang terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW.

Penerapan Sistem Digital untuk Akses ke Raudhah

Mengamati kerumunan yang besar, otoritas setempat memberlakukan sistem pengaturan akses yang lebih tertib dan terdigitalisasi. Aturan ini tampak lebih ketat dibandingkan penerapan di tahun-tahun sebelumnya. Kini, setiap jemaah yang ingin memasuki area Raudhah diwajibkan memiliki izin resmi yang diperoleh melalui aplikasi Nusuk atau dengan menunjukkan kartu fisiknya. Petugas keamanan berjaga di setiap pintu akses untuk memastikan kepatuhan, dan mereka akan menolak masuk siapa pun yang tidak dapat menunjukkan izin yang sah.

Pengalaman langsung di lokasi mengonfirmasi ketegasan aturan baru ini. Bagus Supriyadi, salah seorang jemaah asal Indonesia yang sedang berada di Madinah, membagikan kisahnya saat mencoba mengakses area tersebut.

"Sekarang diwajibkan menggunakan Nusuk, jadi harus daftar dulu. Kemarin kami sempat mencoba masuk tanpa daftar, ternyata tidak diperbolehkan. Kami harus kembali lagi untuk mendaftar di aplikasi sampai mendapatkan jadwal yang ditentukan," tuturnya.

Kisah Bagus tersebut menggambarkan transisi yang dialami banyak jemaah dalam menyesuaikan diri dengan prosedur baru. Perubahan sistem ini, meski memerlukan adaptasi, pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kenyamanan dan ketertiban bagi semua peziarah di tengah tingginya volume kunjungan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar