PARADAPOS.COM - Program Kampung Internet yang digulirkan pemerintah tidak sekadar membangun infrastruktur digital di daerah tertinggal. Inisiatif ini terbukti mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong munculnya pelaku usaha baru dan ekosistem penyedia jasa internet yang mandiri. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mulyadi, dalam jumpa pers di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa lalu.
Insentif untuk Membuka Daerah Terisolir
Mulyadi menjelaskan, strategi pemerintah dimulai dengan memberikan insentif kepada operator untuk membangun jaringan di titik-titik yang sebelumnya gelap secara digital. Target awalnya adalah satu lokasi per operator. Namun, dalam perjalanannya, dampaknya justru meluas.
“Pemerintah menargetkan satu lokasi, operator dengan anggaran yang disubsidi pemerintah bisa menarik kabel ke sana. Ternyata dalam perjalanannya permintaan juga tumbuh dari titik terakhir jaringan sampai ke desa yang dibangun,” tuturnya.
Memilih Lokasi dengan Potensi UMKM
Keberlanjutan program menjadi pertimbangan utama. Oleh karena itu, pemilihan lokasi difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kuat. Logikanya sederhana: ketika akses internet tersedia, pelaku UMKM akan memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis, yang pada gilirannya menjamin penggunaan jaringan secara berkelanjutan dan memutar roda ekonomi setempat.
“Saat sudah terpasang infrastrukturnya, ekonominya atau usahanya bisa tetap berjalan. Dia punya pendapatan maka dia terus berlanjut usahanya tetap berjalan,” jelas Mulyadi.
Efek Rantai yang Menciptakan Ekosistem Baru
Yang menarik, dampak program ini seringkali melebihi ekspektasi. Pembangunan jaringan utama justru memicu permintaan di sepanjang jalur kabel yang ditarik, menciptakan kluster ekonomi digital baru.
“Sepanjang kabel yang ditarik dari ujung terakhir ke desa itu, tumbuh pelanggan-pelanggan baru. Jadi kita menciptakan ekosistem baru, ekonomi baru, dan juga potensi kreativitas baru bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Mengundang Investasi Swasta Lebih Lanjut
Keberhasilan dalam memicu aktivitas ekonomi ini pada akhirnya menciptakan daya tarik tersendiri bagi pasar. Menurut Mulyadi, ketika perputaran ekonomi di suatu desa mulai terlihat, operator lain akan tertarik masuk tanpa perlu insentif tambahan. Mereka melihat adanya pasar potensial yang telah terbentuk.
“Jadi dengan memberikan insentif ke satu daerah ini ternyata banyak keberhasilan ataupun pertumbuhan ekonomi yang bisa berjalan,” ujarnya menegaskan.
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa program Kampung Internet dirancang dengan pendekatan yang komprehensif. Program ini bukan hanya soal menyalurkan kabel fiber optik, tetapi lebih tentang menanam benih ekosistem digital yang mandiri, di mana infrastruktur dan ekonomi saling menguatkan untuk menciptakan transformasi yang berkelanjutan di daerah penerima manfaat.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global
Indonesia Buka Peluang China Terbitkan Surat Utang di Pasar Domestik, Tawarkan Obligasi Panda Berbunga Rendah
Indonesia Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia
6 dari 10 Gen Z di Jakarta Rela Pindah Hunian Demi Perjalanan ke Kantor yang Lebih Singkat