Tito Karnavian Tinjau Langsung Sinkhole di Aceh Tengah, Pastikan Longsoran Tak Ancam Lahan Warga

- Kamis, 23 April 2026 | 18:50 WIB
Tito Karnavian Tinjau Langsung Sinkhole di Aceh Tengah, Pastikan Longsoran Tak Ancam Lahan Warga
PARADAPOS.COM - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, pada Kamis (23/4/2026) meninjau langsung lubang raksasa atau sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Kunjungan ini bertujuan memastikan longsoran geologi tersebut tidak meluas dan mengancam lahan pertanian warga di wilayah yang tengah memasuki masa pemulihan pascabencana.

Menyisir Titik Rawan di Tengah Proses Pemulihan

Dengan langkah hati-hati, Tito menyusuri tepian lubang yang masih menunjukkan bekas-bekas longsoran. Ia tak hanya melihat dari kejauhan. Mantan Kapolri itu menyimak secara saksama penjelasan teknis dari tim penanganan yang ditugaskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ia ingin memastikan setiap titik pantau yang tersisa benar-benar dalam kondisi stabil. "Apakah sudah cukup stabil (di beberapa titik pantau). Bagaimana mengatasi tidak turun terus airnya (ke lubang)?" ujar Tito dalam keterangan tertulisnya. Setelah mendengar laporan yang menunjukkan progres positif, Tito menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim di lapangan. Menurutnya, kerja keras mereka dalam berjibaku menahan laju longsoran patut diacungi jempul, terutama karena ancaman terhadap lahan warga masih menjadi kekhawatiran utama.

Penjelasan Teknis dari Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal Kurniwan, mengaku lega dengan atensi langsung dari Tito. Ia kemudian memaparkan secara rinci penyebab terbentuknya lubang raksasa tersebut. "Perlu diketahui juga, ini terjadi karena ada kondisi tanah yang berpasir," kata Yusrizal saat ditemui di lokasi pada Senin (20/4). Ia menjelaskan, longsoran geologi ini terjadi secara bertubi-tubi. Akumulasi dari longsoran kecil yang terus menerus inilah yang akhirnya membuat tanah amblas dan membentuk lubang besar. Untuk mencegah meluasnya area longsor, pihaknya sudah menjalankan beberapa skenario teknis. "Selain itu, kami juga membuat (sumur) intercept. Tujuannya agar air yang jenuh di longsoran ini bisa dikeluarkan dan sekaligus nanti untuk membuat tata irigasi yang baru," ungkapnya. Upaya lain yang dilakukan termasuk pengalihan jalur air dan modifikasi irigasi ke area lahan yang lebih stabil. Langkah ini krusial agar air tidak terus terkonsentrasi ke dalam lubang dan memicu longsor susulan.

Optimisme di Tengah Lahan Kopi dan Cabai

Yusrizal melaporkan, dari lima titik pantau yang sebelumnya menjadi perhatian, kini hanya tersisa satu titik yang masih difokuskan. Longsoran besar sudah jarang terjadi. Ia menargetkan dalam waktu dekat kondisi di sekitar lubang raksasa bisa jauh lebih stabil. "Mudah-mudahan bisa permanen stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat di sini. Jadinya masyarakat tetap bisa dapat bercocok tani dari cabai dan kopi," tutur Yusrizal. Kunjungan Tito ke Aceh Tengah merupakan bagian dari rangkaian agenda pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Dalam kesempatan itu, turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Z. A., Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, serta jajaran Forkopimda setempat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar