Lima Calon Haji Kota Malang Batal Berangkat, Tiga Meninggal Dua Sakit Berat

- Jumat, 24 April 2026 | 03:25 WIB
Lima Calon Haji Kota Malang Batal Berangkat, Tiga Meninggal Dua Sakit Berat
PARADAPOS.COM - Sebanyak lima calon haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dipastikan batal berangkat pada musim haji 2026. Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, mengonfirmasi bahwa tiga dari mereka meninggal dunia, sementara dua lainnya terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi sakit berat, termasuk stroke dan tidak sadarkan diri. Pembatalan terjadi pada saat persiapan akhir menjelang jadwal pemberangkatan.

Pembatalan Mendadak Jelang Keberangkatan

Menurut Elis, penurunan kondisi kesehatan para jemaah terjadi secara tiba-tiba. Beberapa di antaranya bahkan tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. “Ada yang sebelumnya tidak ada riwayat sakit, tapi tiba-tiba drop, masuk rumah sakit, kemudian meninggal dunia,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi tersebut berlangsung dalam waktu singkat saat para calon haji tengah menunggu giliran berangkat. Situasi ini menjadi pengingat betapa dinamisnya persiapan fisik sebelum menjalani ibadah haji.

Kuota Tetap Terpenuhi Berkat Sistem Cadangan

Meskipun ada pembatalan, jumlah total jemaah haji asal Kota Malang tidak berkurang. Sistem pramanifes yang telah disusun sejak awal memungkinkan penggantian dilakukan secara cepat dan tepat. “Jadi kuota Kota Malang tetap 1.201 calon haji,” ujar Elis. Para calon haji yang akan berangkat juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap jemaah benar-benar dalam kondisi prima sebelum menempuh perjalanan ibadah.

Jadwal dan Komposisi Kloter

Pada musim haji tahun ini, jemaah asal Kota Malang terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter). Tiga kloter telah lebih dulu diberangkatkan, yakni kloter 4, 10, dan 11. Sementara itu, kloter 12, 13, 14, dan 116 dijadwalkan menyusul pada 24 April dan 20 Mei 2026. Hari ini, sebanyak 43 calon haji tergabung dalam kloter 10, sedangkan kloter 11 berjumlah 475 orang. Menariknya, jemaah termuda tahun ini adalah dua orang berusia 16 tahun—satu putra dan satu putri—sementara jemaah tertua telah mencapai usia 96 tahun. “Untuk termuda ada dua orang, putra dan putri, usia 16 tahun. Sedangkan yang tertua 96 tahun,” ungkap Elis.

Pesan dari Wali Kota

Secara terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan imbauan kepada seluruh calon jemaah haji. Ia meminta agar para jemaah disiplin dan mematuhi aturan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, menjaga kesehatan dan saling membantu antarjemaah menjadi kunci kelancaran ibadah. “Kami berpesan agar calon jemaah bisa patuh terhadap aturan para petugas, membawa nama baik Kota Malang dan semoga selamat sampai tujuan. Menjadi haji yang mabrur,” pesan Wahyu. Suasana di embarkasi terlihat sibuk namun teratur. Para petugas terus memantau kondisi fisik jemaah, sementara keluarga yang mengantar melepas kepergian dengan harapan dan doa. Di tengah hiruk-pikuk persiapan, pembatalan yang terjadi menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah haji tidak hanya soal administrasi, tetapi juga kesiapan lahir dan batin.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar