Kemenhaj Madiun Imbau 227 Calon Haji Kloter 22 Disiplin Bawaan dan Fisik Jelang Keberangkatan

- Kamis, 23 April 2026 | 13:25 WIB
Kemenhaj Madiun Imbau 227 Calon Haji Kloter 22 Disiplin Bawaan dan Fisik Jelang Keberangkatan
PARADAPOS.COM - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun, Jawa Timur, mengingatkan 227 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 22 untuk menjaga kedisiplinan menjelang keberangkatan. Imbauan ini mencakup kepatuhan terhadap aturan barang bawaan di pesawat, kesiapan fisik dan mental, serta sejumlah perubahan prosedur di embarkasi. Para jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 27 April 2026.

Persiapan 100 Persen, Fokus pada Barang Bawaan

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyatakan bahwa persiapan keberangkatan telah mencapai seratus persen. Kini, masing-masing calon haji tinggal menyelesaikan urusan akhir, terutama menyortir barang bawaan yang terbagi ke dalam koper besar dan koper kecil. “Kami mengimbau jemaah untuk mematuhi seluruh ketentuan jelang keberangkatan, terutama terkait barang bawaan dan kesiapan fisik maupun mental,” ujar Datik di Madiun, Kamis, 23 April 2026.

Aturan Ketat di Koper Besar

Koper besar para jemaah dijadwalkan akan dikumpulkan pada Minggu, 26 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB. Datik menegaskan bahwa barang-barang terlarang seperti benda tajam dan cairan tertentu yang berpotensi mengandung gas dilarang keras dimasukkan ke dalam koper tersebut. “Cairan juga dibatasi maksimal 100 mililiter. Bahkan madu tidak diperbolehkan masuk ke dalam koper. Jemaah diminta benar-benar memperhatikan aturan ini agar tidak menimbulkan kendala saat pemeriksaan penerbangan,” katanya.

Tas Paspor: Jangan Sampai Salah Letak

Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Banyak jemaah yang kebingungan saat tiba di bandara karena tas paspor justru ikut terlipat di dalam koper besar. Oleh karena itu, Datik mengingatkan agar barang vital tersebut selalu dibawa langsung. “Mohon tas paspor dipakai atau dibawa langsung. Jangan dimasukkan ke koper besar, karena akan menyulitkan saat proses pemeriksaan di bandara,” ungkapnya.

Kesehatan Mental dan Fisik Jadi Prioritas

Selain soal teknis perlengkapan, Datik juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi tubuh. Ia menyarankan agar jemaah tidak memforsir diri dengan menghadiri terlalu banyak acara "walimatus safar" atau syukuran menjelang keberangkatan. Kelelahan fisik justru bisa mengganggu kekhusyukan ibadah di Tanah Suci. “Kami mengimbau jemaah untuk mematuhi seluruh ketentuan jelang keberangkatan, terutama terkait barang bawaan dan kesiapan fisik maupun mental,” jelasnya.

Perubahan Aturan di Embarkasi Surabaya

Terdapat beberapa perubahan prosedur yang perlu dicermati. Saat memasuki Asrama Haji Surabaya, jemaah tidak lagi diperbolehkan membawa makanan dari daerah asal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kejadian keracunan massal yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya. Selain itu, pembagian kartu nusuk kini dilakukan langsung di embarkasi Surabaya, bukan di kota asal. Datik mengimbau para jemaah untuk segera memfoto kartu tersebut begitu diterima. Langkah sederhana ini dinilai efektif sebagai antisipasi jika kartu hilang di tengah perjalanan. Sebanyak 227 calon jemaah haji asal Kota Madiun akan diberangkatkan dalam satu kloter, yaitu kloter 22. Mereka dijadwalkan memasuki Embarkasi Surabaya pada 27 April 2026.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar