PARADAPOS.COM - Kepolisian menerapkan sistem buka tutup di jalur lintas selatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026), setelah ruas jalan tersebut tertimbun longsor. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kemacetan dan mengatur arus kendaraan yang melintas di lokasi bencana. Jalan Raya Bungbulang-Caringin, yang merupakan jalur utama di selatan Garut, sebelumnya ditutup total sejak Rabu (22/4) malam akibat material tanah longsor dari tebing.
Evakuasi Material dan Pembukaan Jalan Bertahap
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungbulang, AKP Priyo Sumbodo, menjelaskan bahwa sebagian material longsoran yang menutupi badan jalan kini sudah berhasil dievakuasi. Hal ini memungkinkan kendaraan bermotor untuk mulai melintas kembali, meskipun dengan pengaturan ketat.
“Sementara masih buka tutup karena yang sebelah masih pemadatan,” kata Priyo di Garut, Jawa Barat, Jumat.
Menurutnya, proses pemadatan tanah di sisi tebing masih terus dilakukan untuk memastikan kestabilan area tersebut. Tim gabungan dari berbagai instansi masih bekerja di lapangan menggunakan alat berat untuk menyingkirkan sisa material dan merapikan struktur tebing yang rawan.
Penyebab Longsor dan Dampak Lalu Lintas
Priyo mengungkapkan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut pada Rabu (22/4) malam. Material tanah dari tebing kemudian runtuh dan menimbun badan jalan utama lintas selatan, tepatnya di Kampung Cisuren, Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang.
Akibat peristiwa itu, akses jalan terpaksa ditutup total selama proses evakuasi awal. Arus kendaraan sempat dialihkan ke jalur alternatif untuk menghindari penumpukan di lokasi longsor. Namun, sejak Jumat pagi, sebagian badan jalan sudah mulai dibuka secara bergantian.
“Kami bersama instansi lain masih melakukan proses menyingkirkan material longsoran tanah menggunakan kendaraan alat berat,” ujarnya.
Sistem Buka Tutup dan Imbauan bagi Pengendara
Sistem buka tutup diberlakukan secara bergantian, baik dari arah Bungbulang menuju Caringin maupun sebaliknya. Petugas di lapangan mengatur laju kendaraan secara manual untuk menjaga keselamatan dan kelancaran.
“Sejak Jumat pagi sebagian badan jalan sudah dibuka untuk dilintasi kendaraan. Namun, diberlakukan sistem buka tutup atau bergantian,” tegas Priyo.
Ia mengimbau para pengendara yang melintas untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Kondisi jalan masih belum sepenuhnya normal, dan potensi longsor susulan masih perlu diwaspadai, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dua Anak Usaha PP Rugi Rp364,5 Miliar di Tengah Persiapan Pemerintah Melebur BUMN Karya
Erik Erfinanto Dorong Media Perkuat Batas Antara Bisnis dan Editorial
Kepadatan di Cakung-Cilincing Dipicu Ketimpangan Arus Logistik Pelabuhan Tanjung Priok
Tampines Rovers dan DPMM FC Jalani Debut di Piala Presiden 2026, Laga Perdana Grup A Digelar di Bandung