Komunitas Parkour Jakarta Wadahi Latihan Lintas Generasi di Tengah Minimnya Fasilitas

- Sabtu, 25 April 2026 | 17:25 WIB
Komunitas Parkour Jakarta Wadahi Latihan Lintas Generasi di Tengah Minimnya Fasilitas
PARADAPOS.COM - Komunitas Parkour Jakarta, yang berdiri sejak 2007 dan berpusat di Taman Puring, Jakarta Selatan, kini menjadi wadah bagi lintas generasi untuk menekuni olahraga ketangkasan fisik ini. Tidak lagi didominasi kalangan dewasa, parkour di Indonesia berkembang pesat dengan sesi latihan rutin setiap Minggu yang dibimbing pelatih profesional, mengubah persepsi olahraga ini dari sekadar lompat rintangan menjadi aktivitas aman dan edukatif.

Ekspresi Gerak Tanpa Batas

Bagi para anggotanya, parkour lebih dari sekadar melompati rintangan. Fitri, yang telah bergabung sejak masa kuliah, menuturkan bahwa olahraga ini menjadi sarana untuk mengasah kreativitas dalam bergerak. Suasana di Taman Puring pada Minggu pagi biasanya mulai ramai dengan gerakan dinamis para peserta yang berlatih di antara bangku taman dan dinding beton. "Yang membuat saya suka dengan parkour sebenarnya karena membuat saya bisa lebih berekspresi dalam bergerak. Kita harus bisa sekreatif mungkin untuk melewati rintangan," ujar Fitri. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi perempuan adalah aspek mental. Namun, seiring mulai maraknya kompetisi parkour, ia berharap semakin banyak perempuan di Indonesia yang berani mencoba olahraga ini.

Parkour untuk Usia Dini

Menariknya, minat terhadap parkour kini merambah ke usia dini. Orang tua seperti Novi sengaja mengarahkan anak-anaknya ke komunitas ini untuk menyalurkan energi aktif mereka secara positif. Menurutnya, parkour sangat bermanfaat bagi kemampuan motorik anak serta mengajarkan teknik dasar untuk menghindari cedera. "Setiap gerakan itu diajarin dasarnya dulu. Yang utama adalah gimana kalau saat melakukan gerakan itu tidak cedera. Saat dia lompat di rumah atau di mana saja, dia sudah tahu cara mendarat yang benar," jelas Novi.

Kendala Fasilitas di Ibu Kota

Meskipun antusiasme masyarakat cukup tinggi, perkembangan parkour di Jakarta masih menghadapi kendala. Ketua Komunitas Parkour Jakarta, Ramdani Murtado, menyayangkan minimnya fasilitas prasarana latihan yang tersedia di Ibu Kota. Di lapangan, para peserta kerap harus berbagi ruang dengan pengunjung taman lainnya. "Tantangannya mungkin kita terbatas tempat latihan. Kalau skateboard ada banyak skatepark, parkour baru hanya satu di Jakarta," ungkap Ramdani. Selain masalah fasilitas, edukasi ke masyarakat juga terus digencarkan. Tujuannya agar parkour tidak lagi dipandang sekadar lompat-lompat tidak jelas, melainkan olahraga yang memiliki teknik fisik yang teratur dan terarah.

Terbuka untuk Pemula

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengenal lebih dalam atau ingin mencoba latihan perdana, Komunitas Parkour Jakarta sangat terbuka bagi pemula. Latihan rutin diadakan setiap Minggu di Taman Puring dengan pendampingan pelatih berpengalaman untuk memastikan setiap gerakan dilakukan secara aman dan terukur.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar