Pengamat: Pernyataan Kontroversial Ade Armando Jadi Bumerangi Elektabilitas PSI

- Kamis, 07 Mei 2026 | 08:00 WIB
Pengamat: Pernyataan Kontroversial Ade Armando Jadi Bumerangi Elektabilitas PSI

PARADAPOS.COM - Pengunduran diri Ade Armando dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat sorotan tajam dari Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Menurut pengamat politik tersebut, keputusan ini tidak bisa dilepaskan dari rentetan pernyataan kontroversial yang dilontarkan Ade belakangan ini. Adi menilai bahwa pernyataan-pernyataan itu kerap memicu polemik di ruang publik dan berpotensi besar menggerus elektabilitas partai yang saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep.

Dalam analisisnya, Adi Prayitno menekankan bahwa kasus ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi para politisi dan publik figur. Ia mengingatkan bahwa setiap pernyataan yang bersinggungan langsung dengan isu agama atau identitas memiliki sensitivitas yang sangat tinggi.

“Ini pelajaran penting bahwa setiap pernyataan yang beririsan tebal dengan isu agama atau isu identitas, ini sesuatu yang ngeri-ngeri sedap, tentu sangat sensitif,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 7 Mei 2026.

Efek Bola Salju yang Mengancam

Adi menjelaskan bahwa isu-isu sensitif semacam itu tidak pernah berdiri sendiri. Ia dapat memicu efek bola salju atau snowball effect yang dampaknya meluas secara tidak terduga. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, tetapi juga menjalar ke institusi politik tempatnya bernaung.

“Sepertinya PSI juga sedang menghitung kalkulasi dan efek negatifnya jika Ade Armando terus bersama dengan PSI,” ujarnya menambahkan.

Menurut Adi, manuver dan kontroversi yang dilakukan Ade Armando jelas berpotensi memengaruhi citra PSI. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat partai tersebut saat ini tengah berupaya keras memperkuat basis dukungan. Targetnya jelas: lolos ambang batas parlemen pada Pemilu mendatang.

Peringatan akan Isu Identitas

Lebih lanjut, Adi Prayitno menduga bahwa pihak PSI sendiri pasti telah melakukan perhitungan matang. Mereka tentu mempertimbangkan dampak politik dan efek negatif jika nama Ade Armando terus dikaitkan dengan partai berlambang mawar itu.

Ia pun mengingatkan agar isu-isu sensitif terkait agama maupun identitas tidak dijadikan konsumsi publik secara sembarangan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memicu kegaduhan sosial dan politik yang tidak perlu.

“Maka sekali lagi, berbicara hal-hal yang sifatnya sensitif seperti ras itu adalah konsumsi yang sifatnya private,” pungkasnya.

Keputusan Mundur di Tengah Tekanan

Sementara itu, Ade Armando sendiri telah memutuskan untuk mundur dari PSI. Ia mengaku bahwa dirinya kerap menjadi sasaran kritik dan serangan publik akibat berbagai pernyataan yang dilontarkannya. Tekanan yang diterimanya terus menguat, terutama setelah berbagai organisasi masyarakat melaporkannya ke pihak berwajib.

Teranyar, Ade dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh aliansi 40 organisasi kemasyarakatan Islam. Laporan tersebut terkait dugaan provokasi terhadap ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Situasi ini semakin memperumit posisi Ade dan menjadi salah satu faktor utama yang mendorongnya untuk mengambil langkah mundur dari partai.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar