PARADAPOS.COM - Dua calon jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengonfirmasi kabar tersebut dalam konferensi pers pada Selasa, 28 April 2026. Kedua jemaah yang wafat adalah Rodiyah (68) asal Solo dan Kamariyah Dul Tayib (85) asal Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan, 30 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 54 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan melapor jika mengalami keluhan kesehatan.
Dua Jemaah Wafat, Kemenhaj Sampaikan Duka
Suasana duka menyelimuti pemberangkatan haji tahun ini. Dua jemaah asal Indonesia mengembuskan napas terakhir di Madinah. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan kabar ini dalam konferensi pers di Jakarta.
"Sehingga jemaah yang wafat hingga saat ini berjumlah dua orang. Kita doakan semoga husnul khotimah," ujarnya dengan nada penuh harap.
Keduanya diketahui telah menjalani prosesi ibadah sebelum akhirnya kondisi kesehatannya menurun. Petugas di lapangan langsung melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Ratusan Jemaah Lainnya Jalani Perawatan
Di luar kasus fatal, tekanan fisik selama rangkaian ibadah juga berdampak pada sebagian jemaah. Data dari Kemenhaj menunjukkan bahwa lebih dari seribu jemaah membutuhkan perawatan medis.
Maria merinci, sebanyak 1.373 jemaah menjalani rawat jalan. Sementara itu, 30 jemaah dirujuk ke KKHI dan 54 orang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Angka ini menjadi perhatian serius bagi petugas di lapangan.
"Dan 54 orang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi," jelasnya.
Imbauan untuk Jemaah: Jaga Kesehatan dan Disiplin
Menghadapi kondisi ini, Kemenhaj mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci. Maria menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh di tengah padatnya aktivitas ibadah.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah menjadi kunci utama. Pihaknya optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Fasilitas Kesehatan Berlapis dari Pemerintah
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan secara berlapis. Persiapan ini dimulai sejak keberangkatan hingga jemaah tiba di Arab Saudi.
"Penting juga kami sampaikan bahwa pemerintah memastikan aspek kesehatan jemaah ini menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," katanya.
Saat ini, total ada 40 klinik yang tersebar di Mekkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, KKHI juga disiapkan di dua lokasi tersebut untuk menangani kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Belum lagi kami juga menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI di dua lokasi, yaitu di wilayah Mekkah dan juga di wilayah Madinah," ungkapnya.
Setiap kelompok terbang (kloter) juga dilengkapi dengan satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Langkah ini diambil agar penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin jika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Proses Evakuasi KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung, Layanan Commuter Line ke Cikarang Terganggu
Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Sampah Nasional dengan Teknologi Lokal yang Serap Tenaga Kerja
BPN Tegaskan Balik Nama Sertifikat Tanah dari Orang Tua ke Anak Tidak Otomatis, Wajib Urus Hibah atau Waris
Satpam Sekolah di Singkawang Cabuli Siswi SD, Pelatih Drumband Jadi Tersangka