PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu, 29 April 2026, dengan penguatan signifikan. Pada pembukaan pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat melesat 46,073 poin atau setara 0,65 persen ke level 7.118,465, setelah sempat menyentuh level tertinggi 7.119 dan terendah di 7.087. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.678,671 triliun dengan total transaksi Rp3,242 triliun dari 11,669 miliar saham yang diperdagangkan. Meski demikian, jumlah saham yang melemah masih mendominasi, yakni sebanyak 346 emiten, sementara 221 saham menguat dan 161 saham lainnya stagnan.
Dominasi Pelemahan di Tengah Penguatan Indeks
Meski IHSG berada di zona hijau, data perdagangan pagi ini menunjukkan tekanan masih terasa di sebagian besar saham. Jumlah emiten yang melemah hampir setengah lebih banyak dibandingkan yang menguat. Kondisi ini mencerminkan pergerakan yang tidak merata di seluruh sektor, di mana beberapa saham unggulan menopang indeks sementara lainnya justru tertekan.
Wall Street Lesu, Nasdaq Tertekan Saham Semikonduktor
Sentimen negatif dari bursa global turut mewarnai pergerakan IHSG. Pada Selasa, 28 April 2026, Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P500 turun 0,49 persen dan Nasdaq merosot 0,90 persen, sementara Dow Jones hanya melemah tipis 0,05 persen.
Saham-saham semikonduktor menjadi biang kerok utama pelemahan Nasdaq. Sepanjang tahun ini, sektor tersebut telah melonjak lebih dari 40 persen, sehingga aksi ambil untung cukup membebani indeks. Penurunan harian Nasdaq ini menjadi yang terdalam dalam satu bulan terakhir.
Kekhawatiran di Sektor AI Menekan Pasar
Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari OpenAI. Perusahaan raksasa kecerdasan buatan itu dilaporkan gagal memenuhi target internal untuk jumlah pengguna dan pendapatan mingguan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai kemampuan OpenAI mendanai pengeluaran besar untuk pusat data mereka.
IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed
Sementara itu, IHSG sendiri pada perdagangan Selasa lalu ditutup melemah 0,48 persen. Sektor Keuangan menjadi penahan laju pelemahan dengan mencatat kenaikan 0,92 persen, didorong oleh saham perbankan besar yang naik tipis. Sebaliknya, sektor Industri dasar menjadi pemberat utama indeks dengan pelemahan mencapai 1,48 persen.
Menyikapi beragam kondisi tersebut, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim dalam risetnya menyebutkan, “Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan konsolidasi dalam rentang 7.000-7.100.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih wait and see di tengah sentimen global yang bervariasi.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026: Dominasi Tuan Rumah Diimbangi Kejutan Tim Tamu, Persib dan Persija Tertahan
Karyawan Kompas TV Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Gubernur Jabar Sampaikan Belasungkawa
Kecelakaan Beruntun KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 15 Orang, Operasional Ditargetkan Pulih Siang Ini
Puluhan Pimpinan Ormas Islam Temui Jusuf Kalla Buntut Laporan Dugaan Penistaan Agama