Anggota DPD Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Kepala SPPG di Bandung Barat

- Senin, 04 Mei 2026 | 22:50 WIB
Anggota DPD Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Kepala SPPG di Bandung Barat
PARADAPOS.COM - Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, mendesak polisi menindak tegas pelaku penganiayaan terhadap Muhammad Khatami Maulana, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rajamandala Kulon 2 di Cipatat, Bandung Barat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 20.45 WIB di area dapur tempat korban bekerja, mengakibatkan luka fisik di bagian kepala. Azhari menyampaikan pernyataan ini di Banda Aceh pada Senin, menekankan perlunya perlindungan hukum bagi pekerja dan proses hukum yang transparan.

Kronologi Kejadian di Area Dapur

Berdasarkan informasi yang dihimpun Azhari, situasi bermula ketika korban sedang berada di dapur bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC) dari pihak mitra. Suasana yang semula tenang berubah drastis ketika dua orang pria tiba menggunakan kendaraan roda empat. Mereka langsung melakukan penyerangan tanpa peringatan yang jelas. Korban, yang tidak mengetahui latar belakang persoalan para pelaku, menjadi sasaran kekerasan setelah pelaku gagal menemukan orang yang mereka cari. Meskipun korban berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan masalah tersebut, pelaku tetap melancarkan aksi pengeroyokan. "Meskipun korban telah berupaya menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan permasalahan yang ada, pelaku tetap melakukan tindakan kekerasan," ujarnya. Akibat insiden ini, korban mengalami luka fisik yang cukup serius, terutama di bagian kepala, dan telah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam akan keselamatan pekerja serta pentingnya jaminan perlindungan hukum di lingkungan kerja.

Desakan Penegakan Hukum yang Tegas

Azhari menegaskan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke polsek setempat. Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, perlindungan maksimal kepada korban harus menjadi prioritas utama. "Kami mengecam segala bentuk kekerasan dan mendesak agar proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu," tegas Azhari. Ia menambahkan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan terulang di masa depan. Kehadiran aparat keamanan diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang tengah menjalankan tugas pelayanan publik.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar