Kemlu Konfirmasi Super Tanker Iran Melintas di Perairan Indonesia, Pemerintah Lakukan Verifikasi

- Selasa, 05 Mei 2026 | 04:50 WIB
Kemlu Konfirmasi Super Tanker Iran Melintas di Perairan Indonesia, Pemerintah Lakukan Verifikasi
PARADAPOS.COM - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi adanya sejumlah kapal berbendera asing yang berlayar di perairan nasional, menyusul laporan intelijen maritim yang mendeteksi keberadaan supertanker asal Iran di jalur Lombok menuju Kepulauan Riau pada akhir pekan lalu. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan pemerintah tengah melakukan verifikasi lapangan dan koordinasi internal, sembari menekankan bahwa setiap kapal yang melintas wajib mematuhi ketentuan hukum laut internasional.

Respons Resmi Pemerintah

Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, Yvonne Mewengkang mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mencatat laporan tersebut. “Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia,” ujarnya. Ia kemudian menjelaskan bahwa aturan navigasi di wilayah mana pun, termasuk Indonesia, sepenuhnya tunduk pada UNCLOS 1982. Konvensi itu, lanjutnya, menghormati berbagai rezim lintas di masing-masing zona maritim. “Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus melakukan koordinasi internal,” ungkap Yvonne, seraya menambahkan bahwa pihaknya memandang kapal-kapal tersebut tengah melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional. “Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat,” pungkasnya.

Identifikasi Kapal dan Rute Pelayaran

Berdasarkan laporan dari layanan pelacak tanker, TankerTrackers, pada Minggu, 3 Mei, supertanker asal Iran itu teridentifikasi sebagai kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC). Kapal tersebut tercatat dengan nama HUGE dan nomor lambung 9357183. Sebelum memasuki perairan Indonesia, kapal itu terpantau berada di lepas pantai Sri Lanka selama lebih dari sepekan. Pergerakannya kemudian terdeteksi menuju jalur Lombok, mengarah ke Kepulauan Riau. Kehadiran kapal ini menarik perhatian karena dinilai lolos dari blokade yang diterapkan Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak Iran.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar