PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menetapkan Jakarta Barat dan Jakarta Utara sebagai prioritas utama dalam program penataan rukun warga (RW) kumuh pada tahun 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan temuan lapangan yang menunjukkan konsentrasi permukiman padat tertinggi di kedua wilayah tersebut, yang hingga kini belum memenuhi standar infrastruktur perkotaan yang layak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan langsung pengumuman ini di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.
Fokus Penanganan di Dua Wilayah Prioritas
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih terdapat 211 RW di Jakarta yang masuk dalam kategori kumuh. Kawasan pesisir utara dan wilayah bagian barat mendominasi titik-titik kekumuhan tertinggi, yang membutuhkan intervensi segera untuk memperbaiki kualitas lingkungan masyarakat.
"Prioritas utama ada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Karena jumlah RW kumuhnya paling banyak, pemerintah akan memaksimalkan penanganan di wilayah tersebut," jelas Pramono Anung di hadapan awak media.
Kondisi Kritis di Kecamatan Tambora
Pramono secara khusus menyoroti kondisi di Jakarta Barat, terutama di Kecamatan Tambora. Wilayah ini menghadapi tantangan serius terkait sanitasi, tata ruang, dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Saat meninjau laporan dari lapangan, ia mengakui bahwa hampir seluruh RW di beberapa kelurahan di Tambora membutuhkan penataan ulang secara menyeluruh.
"Di lapangan, hampir semua RW di beberapa kelurahan, terutama di Tambora, membutuhkan penataan. Kami akan segera turun langsung untuk menangani kondisi tersebut," tegasnya.
Integrasi Data untuk Akurasi Sasaran
Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan observasi manual. Mereka mengintegrasikan data hasil observasi lapangan dengan citra satelit berbasis big data milik BPS. Langkah ini diambil untuk menjamin akurasi sasaran program dan memastikan bahwa setiap intervensi tepat mengenai titik-titik yang paling membutuhkan penanganan.
Pemerintah optimistis melalui penataan intensif di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, derajat kesehatan serta kualitas hidup warga di wilayah padat penduduk dapat meningkat secara signifikan. Suasana di Balai Kota pagi itu terasa serius namun penuh harap, dengan para pejabat daerah yang siap bergerak cepat menindaklanjuti arahan gubernur.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tiga Penumpang Selamat dari Kecelakaan Maut Bus ALS di Musi Rawas Utara Masih Alami Trauma Berat
Polisi Ungkap Bahan Baku Vape Etomidate dari Tiongkok, Sita Ratusan Vape Siap Edar di Jakarta Utara
Ditjenpas Siapkan 968 Lokasi Pidana Kerja Sosial di Seluruh Indonesia
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 954 Persen di Kuartal I-2026, Didorong Integrasi Aset Energi