PARADAPOS.COM - Wall Street mencatat rekor baru pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didorong oleh penurunan harga minyak dan laporan laba perusahaan yang solid. Indeks S&P 500 dan Nasdaq sama-sama menyentuh level tertinggi sepanjang masa, sementara Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 356,35 poin atau 0,73 persen ke posisi 49.298,25. Pasar merespons positif meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah dan optimisme terhadap kinerja emiten kuartal pertama.
Indeks Utama dan Sektor Pendorong
Indeks S&P 500 bertambah 58,47 poin atau 0,81 persen menjadi 7.259,22. Adapun Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan paling tajam, yakni 258,33 poin atau 1,03 persen, berakhir di level 25.326,13. Seluruh sebelas sektor utama S&P 500 menghijau. Sektor material memimpin dengan kenaikan 1,67 persen, disusul sektor teknologi yang naik 1,63 persen. Sementara itu, sektor utilitas hanya bergerak tipis 0,01 persen, menjadikannya sektor dengan kinerja terlemah pada hari itu.
Ketenangan Geopolitik dan Dampaknya pada Energi
Kabar dari kawasan Teluk menjadi katalis utama pergerakan pasar. Meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih dalam situasi rapuh, pernyataan dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan angin segar. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata "pasti berlaku" dan mengonfirmasi dua kapal komersial AS bersama kapal perusak Amerika telah melewati Selat Hormuz dengan selamat.
"Gencatan senjata pasti berlaku," ujar Hegseth dalam pernyataannya, seraya menambahkan bahwa jalur pelayaran tersebut dinyatakan aman.
Pernyataan itu langsung memicu aksi jual di pasar energi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni ambles USD4,15 atau 3,9 persen menjadi USD102,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Di London ICE Futures Exchange, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli kehilangan USD4,57 atau 3,99 persen menjadi USD109,87 per barel. Penurunan harga minyak ini menjadi salah satu faktor utama yang meredakan tekanan inflasi dan mendorong minat beli investor di bursa saham.
Laba Perusahaan: Pendorong dan Pengecewa
Di sisi korporasi, musim laporan keuangan kuartal pertama kembali menjadi pusat perhatian. Saham raksasa material DuPont de Nemours melesat 8,43 persen setelah pendapatan dan labanya melampaui ekspektasi analis. Anheuser-Busch InBev, perusahaan bir asal Belgia, juga mencatat lonjakan 8,74 persen menyusul laporan kuartalan yang menggembirakan.
Namun, tidak semua emiten bernasib baik. Beberapa perusahaan justru mengalami aksi jual besar-besaran pasca pengumuman laba. Saham platform e-commerce Shopify ambruk 15,62 persen, sementara perusahaan pembayaran digital PayPal turun 7,74 persen. Aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo kehilangan 5,62 persen, dan perusahaan analisis data Palantir Technologies tergelincir hampir 7 persen.
Sektor Semikonduktor: Intel dan AMD Bersinar
Di sektor semikonduktor, Intel menjadi bintang dengan lonjakan hampir 13 persen, mencetak rekor tertinggi baru. Kabar yang beredar di media menyebutkan bahwa produsen chip tersebut tengah menjalin diskusi aktif dengan Apple mengenai pasokan chip khusus. Sementara itu, saham pesaingnya, Advanced Micro Devices (AMD), juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,02 persen. Investor tampak memposisikan diri menjelang rilis laporan keuangan AMD yang dijadwalkan setelah penutupan pasar.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Geruduk Ponpes di Pati, Pimpinan Diduga Lecehkan Puluhan Santriwati Sejak 1995
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Mobil Listrik dan 100 Ribu Motor Listrik
Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sejak Maret, Tertekan Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Inflasi
Trump Hentikan Sementara Operasi Militer Pengawal Kapal di Selat Hormuz, Klaim Capai Kesepakatan dengan Iran